Being Rejected by Big Channel? Why Don’t You Try The Alternative Way? (11.08.08)

Being Rejected by Big Channel? Why Don’t You Try The Alternative Way?

 

Banyak cerita keluhan dari para Brand Manager yang mengelola New Brand atau dari Brand-brand kecil yang kesulitan menembus Big Channel sekelas Hypermart atau Carrefour. Ada yang bisa menembus, tapi terbebani oleh biaya-biaya atau ada juga yang malah ditolak masuk sama sekali dengan berbagai alasan. Dead End? Doomsday?

 

Open Your Eyes Guys, Look Around! Ada banyak Alternatif yang bisa kita masuki dan tentu saja soal Brand Visibility nya juga tinggi. Bahkan beberapa diantaranya malah bisa sangat tinggi dan sangat focus.

 

1. Small Retail Chain Store

Nah ini adalah Retail kecil sekelas Alfamart, Indomaret, Circle K dan beberapa retail lainnya. Keunggulan mereka pun sangat competitive.

a. High Proximity (Berada Di Dekat Perumahan)

Jelas ini sangat potensial bukan? Brand Presence kita jadi tinggi, saat di butuhkan mudah ditemui. Artinya Convenience Factor nya Tinggi. Menghindarkan macet, males ngantri dan cepet didapatnya.

 

b. Basket Size Low, Transaction High

Secara rata-rata Basket Size (nilai belanja/struk) jauh dibawah Big Channel namun Frekuensi Transaksi cukup Tinggi, kenapa? Karena disini orang belanja harian artinya dibeli hanya untuk hari itu, bandingkan dengan Big Channel dimana orang berbelanja untuk 30 s/d 45 hari kedepan.

 

Sebagai gambaran, dibawah ini kira-kira situasi simplenya :

Asumsi Simple harga Produk Rp. 1.500

Sehari laku 10 pcs, Sebulan ada 30 hari

Retail Chain Punya Outlet 100 ribu diseluruh Indonesia.

Rumusnya kira-kira jadi begini:

[Rp. 1.500 (asumsi harga product) x 10 Transaksi (asumsi produk yang laku/hari) x 30 hari] x Jumlah Outlet se Indonesia.

 

2. Entertainment Store

Familiar dengan yang namanya Timezone? Atau dengan Cinema 21? Mereka adalah beberapa contoh dari banyak Retail Entertainment Store di Indonesia yang menyediakan produk-produk pendukung distore mereka. Coba kunjungi Store Timezone, anda kan melihat sederetan souvenir baik yang dipajang di Slatwall ataupun dishowcasenya dengan kira-kira ada sekitar 400 varians item selalu tersedia disana mulai dari F&B hingga Elektronik. Atau Lihat Cinema 21, sekarang memang mereka baru punya F&B.. Tapi, kalo dilihat behavior customer mereka, Tissue pun punya potensial market disana. Dan hal yang pasti untuk mereka berdua yang menjadi contoh diatas, mereka punya show case & space untuk menunjukkan Brand kita.

So, Ada High Potential Opportunity disana, mereka adalah retail store.. Kegiatan joint promo sudah sangat menyenangkan buat mereka. Dan bagi mereka, your support is their Fee based income (the revenue is to lowering their store cost and to pay their promotion cost)

 

3. Horeka (Hotel, Restaurant and Kafe)

Yayaya.. mereka bersifat seasonal dan jumlah pengunjungnya sedikit dan mahal sekali harganya disana. Bisa 2 s/d 4 kali lipat dari retail price. But.. again if you find a problem means you have opportunity to fix it indeed? Send your Key Account and let them find out their needs while you checking their customer habits.

The harder the area, the bigger opportunity lies on it.

 

4. Online Web!

Loh, gw kan principal. Ngapain gw jualan barang di Internet? Guys.. Check again what is your problem again? Brand Visibility indeed? You know, Ada banyak yang bisa diexplore disini. Mulai dari Online Sampling, seperti yang dilakukan Fatigon Hydro. Hingga Online shooping! Yap seperti  http://www.flamboyan.co.id atau sebagai referensi anda bisa mencari toko-toko online Indonesia lainnya lagi di http://pasar-online.supermarket.web.id/

Jika bisa Punya Web sendiri ttg dimana mereka bisa mendapatkan produk kita, awal yang sangat bagus sekali, apalagi jika ditambah dengan adanya showcase online. Don’t just see the sales but see the multiply effect. Traditionally majority people still purchase offline but they tend to looking the information anywhere including online.

 

5. Catalog

Yap.. ini adalah salah satu new channel to distribute your product. Banking Catalog misalnya, it’s really big potential market! Silahkan klik disini untuk melihat lebih dalam ttg banking Catalog. Dan tahukan anda? Bahwa hampir disemua perumahan yang establish mereka memiliki their own newspaper or magazine? Check disekitar perumahan tersebut adakah produk kita disana? (baik warung atau minimarket) than.. Put Your Brand there.. just a discount coupon 5% or something. It will generate demand for your product.

Banyak yang bisa dieksplor pada Catalog. It just need your creativity.

 

So? Diatas adalah 5 The Alternative ways, dan diluar sana masih banyak lagi opportunity yang bisa di leverage untuk membuat Brand anda “kelihatan”. Yang pasti selama anda Ulet membangunnya, rajin mengembangkan sales network dan punya kreatifitas melihat sebuah opportunity, it will be works.

 

Of Course, Execute Properly! Ajak semua bagian di company anda, mulai dari Logistik Manager, Sales Manager hingga Key Account Manager anda. Everything have the weakness, Find it and you will find your strongest way to beat the Big Channel! So, what you waiting for? Don’t wait until the competition rise the bar.. Just Control Your Cost Ratio to Sales.. as long as it’s affordable than do it!

 

Being Rejected by Big Channel? Why Don’t You Try The Alternative Way?

Are You a Marketer? Your Job or Your Soul? (07.08.08)

Are You a Marketer? Your Job or Your Soul?

 

Marketing, ini adalah salah satu fungsi utama dalam organisasi selain Operasi, Finansial dan Sumber Daya Manusia. Secara fungsional Marketing akan mendorong perusahaan berkembang dan membesar. Pekerjaan dibidang Marketing memang sangat menantang, seorang Marketer (sebutan orang yang bekerja dibidang Marketing) harus punya kemampuan dasar untuk Analisa Pasar, Sensitif terhadap perubahan, Kreatif dan tipe pencari dan pencipta kesempatan. Ditambah lagi sekarang ada banyak ilmu tambahan yang bikin mereka mentereng, Master & PhD Lulusan Internasional. Sederet sertifikasi-sertifikasi & award-award bukti kesuksesan mentereng mereka lainnya. Hmmm really-really perfect indeed? But than Could you claim your self a Marketer?

 

Hmm let’s check this out, what is the different between Job and Soul?

 

Job,

Everything we do, we do it for responsibility as your job description. Why? Yes because you are being hired for that indeed?

 

Soul,

Setiap kali jantung ini berdetak, darah ini mengalir, nafas ini berhembus, dalam setiap kata, gerak, omongan mengalir sebuah DNA Marketer didalamnya. We talk and walk as a Marketer.

 

So kalo kita lihat analogi lainnya, seperti seorang yang jago melukis dengan Indah namun jika dilihat, lukisannya terasa “kering” tidak ada emosi disetiap goresannya. Walau Lukisannya terlihat sempurna jika dilihat secara dimensi tangible pada Lukisan tersebut. Mulai dari warna, pencahayaan bahkan kesempurnaan bentuk tapi satu hal yang tidak ada, Intagibles side! Lukisan itu tanpa jiwa atau emosi.

 

Atau kita juga bisa melihat secara realita, dimana seorang Marketer itu ikut dalam proses pembuatan proses New Product Launch, dari mulai saat penemuan Needs, penentuan Segmentasi, penentuan Target hingga penentuan Positioning. Kemudian masuk ke perencanaan program komunikasi 360 derajat (IMC).. At the end, Secara hasil, performance resultnya bukan main!!! Sukses besar bro!!! Award pun ditangan. Namun (again) kita tidak pernah kenal si Marketer (secara personal), saat diajak ngomong bilang itu kebetulan, saat berkunjung ke Channel, liat produknya ditumpuk dibawah diam aja, denger orang bercerita jelek soal brandnya juga diam aja. Kenapa? Karena semua yang dia lakukan adalah pekerjaan. Dia tidak merasa memiliki! No sense of Ownership!

 

Saya pernah punya pengalaman saat berkompetisi merebut venue dengan competitor besar saya, they have money, they have power, they are senior in this field, but only one thing they don’t have, they treat their venue as an account and we treat the channel as a family. Hasilnya, kita Cuma bayar 10% dari nilai yang ditawarkan competitor dengan isi kontrak yang sama!!! Hmm amazing bukan? That’s the Power of Relationship!

 

Penanya (P)   : Kerja di mana bang?

Marketer (M)  : Ooo saya di provider A

P                  : hmm no telponnya berapa bang?

M                 : Yang mana? Yang provider A atau B?

P                  : hmm loh kok malah punya  yang B juga bang?

M                : Loh, emangnya kenapa? Ada larangan emang? Masa mentang-mentang kerja di perusahaan A ga boleh pake yang B? Soalnya A itu GSM kalo mau murah ya pake yang B dong lebih irit hehehehe

Nah Lo, ini orang Jadi Ambassador waktu kerja doang neh? Hmmm.. Really Not act as an Ambassador!

 

Okay dari 3 ilustrasi diatas, Kita menemukan beberapa Key Point yang membedakan antara Marketer as a Job and Own it as a Soul!

1. Ownership

Rasa memiliki atas Brand/Produk yang kita punya. Analoginya seperti memiliki anak. Kita akan menjaga dia 24 jam! Dimana saja kapan saja. Jika kita lihat dia diperlakukan tidak baik, kita akan memperbaikinya. Saat kita dengar dia sedang dihina, kita akan membelanya. Rasa kepemilikan yang “mendarah daging” akan membuat semua eksekusi kita terasa lebih personal dan emosional. Ada aliran perasaan disana. Ada balutan Nada yang Indah didalamnya. Tidaknya hanya berupa eksekusi dari Marketing Plan tapi lebih kepada mengaktualisasikan Brand kita. Sentuhan dengan rasa memiliki yang besar akan menjadikan Brand kita lebih “bernyawa” dalam setiap langkahnya.

 

2. Relationship

Nah ini sangat penting terutama para Marketer yang biasa disinggasana emas dan berliannya. Saat kunjungan ke channel, mereka bisa membedakan saat pandangan kita yang menganggap mereka sebagai Account atau melihat sebagai Keluarga Besar Brand kita. Cara kita bicara, sentuhan dipundak, renyahnya tawa membuat shelf itu ga perlu harga! Dan yang pasti ini bukan strategi yang perlu kursus acting! Tapi sebuah rasa berhubungan sehangat persahabatan. Mereka sakit, kita juga akan sakit. Jika kita perlakukan mereka sebagai account, mereka akan anggap kita sebagai ATM. So they are human and you are a human too.. Even in Web.2.0 generation, Human Relationship is still needed.

 

3. Ambassador

Your Self is Your Brand Representation. In any aspect! If your positioning is “Honest, it’s Honey!” maka jadilah yang jujur dalam setiap aspek. Dari dealing dengan channel, not cheating with your friend, Why? Because It’s Impossible Your Brand will represent Honest, if you are a Liar indeed? How come a Liar could produce a Honest Honey?

Remember, If you are a Marketer, than you are public figures for your consumer, Watch your self like you watch your brand.

 

Hmm… yang ditulis diatas mungkin baru beberapa ciri yang dimiliki seorang Marketer jika itu adalah Jiwanya dan tentu saja masih banyak lagi yang membedakannya.

Satu quotes bagus, You Can Learn How To Sing but it Useless if You Could not Fell Your Song.

 

Are You a Marketer? Your Job or Your Soul?