PRJ = Brand Optimation or Sales Festival? (18.06.08)

PRJ = Brand Optimation or Sales Festival?

 

Minggu lalu main ke PRJ, walau peserta yang tampil hampir sama dengan yang ada tahun lalu. PRJ ini menjadi semakin menarik mengingat daya beli masyarakat pasca BBM menurun hingga 20 s/d 25% (hitungan kotor dengan asumsi besaran kekurangan daya beli dipindah ke biaya pembayaran kenaikan cost yang rata-rata sekitar 20s/d25%)

 

Semua peserta memberikan diskon yang cukup besar hingga 80%! walau jika kita lihat mostly adalah penghabisan stock lama (untuk baju kita bisa lihat dari warna yang mulai lusuh dll). Dan untuk FMCG mereka melakukan bundling untuk produk-produknya yang kalo dihitung ada diskon sekitar 2000 s/d 5000 rupiah per bundling.

Range produknya pun beragam Rokok, Oli, F&B, Retail, Banking, Electronic, IT, FMCG, Water Purifier hingga automotive. Mulai dari Multinasional Brand hingga home industry.

 

Jika melihat antusiasme PRJ baik dari kalangan Produsen atau Konsumen, kira-kira apa sebenarnya yang jadi focus utama dari Para Produsen ini? Brand atau Sales? Melihat target omzet panitia yang mencapai triliunan maka bisa dibilang bukan omzet yang kecil untuk skala pameran. Okay, memang tujuan pameran sangat tergantung pada masing-masing produsen. Sebagai Learning Point kita, jika memiliki ajang seperti ini, porsi terbesar akan kita berikan kemana? Brand atau Sales?

 

Ada yang menggarap standnya dengan sangat baik sekali, mulai dari dekorasi stand, isi stand hingga tenaga-tenaga penjualnya. Namun ada juga yang hanya sekedarnya saja namun SPG nya? Rame booo hehehhehe tenteng tas bundel kiri kanan, sibuk cegat orang lewat.

 

Ajang Festival memang sangat menarik bagi Brand maupun Sales, karena mereka cukup diam dan diserbu oleh pengunjung hehehhee. Balik-balik lagi neh, Kalo mau Optimasi Brand gimana? atau kalo Sales Festival gimana?

Yang sekarang ada disana gimana?

 

PRJ = Brand Optimation or Sales Festival?

Brand vs Channel = Brand + Trade Marketing = Mitra Channel? (17.06.08)

Brand vs Channel ==> Brand + Trade Marketing = Mitra Channel?

 

Judul diatas mungkin terlalu lebar bisa juga terlalu bombastis alias hiperbola atau juga realita sekarang.

Holistic Brand Management mengajarkan kita untuk menjaga setiap titik pertemuan brand dengan customer artinya mulai dari ATL sampai BTL, dari Truck ke shelf. Namun realitanya kita seringkali harus berhadapan dengan kepentingan channel. Mereka adalah mediasi kita terakhir sebelum bertemu oleh pelanggan. Bayangkan semua Brand Activity yang kita lakukan harus hancur sia-sia karena product kita tidak tersedia di channel? hmmm…

 

Jika kita berdiskusi dengan teman-teman kita dilapangan seperti para canvasser dan mitra-mitra kita dilapangan seperti para store manager. kita bisa melihat bahwa bagi mereka, Brand bukan yang utama, tapi yang utama adalah soal laku atau tidak laku. Kenapa? karena mereka punya kepentingan yang berbeda dengan kita para Brand Manager. Pernah dengar shelf productivity, category productivity atau floor productivity yang rumusnya adalah:

Total Sales / Category = Rp…..

Semakin besar nilai rupiahnya, semakin bagus. semakin kecil, semakin jelek.

Nah KPI mereka dilihat dari itu…

 

Beberapa brand-brand besar ternyata sulit ditemukan dibeberapa channel. Contoh seperti Aqua yang kalah dengan PrimA hanya karena Sosro menjadi penguasa di food court tersebut. padahal seperti yang kita ketahui, Brand Value Aqua lebih besar dibanding PrimA. Another case, kalo di shelf kita sering melihat home brand dari retailer lebih eye cathcing dibanding yang kita punya. Walau dengan jelas secara brand dan kualitas produk, brand kita berada diatasnya.

 

Banyak persoalan yang kita hadapi saat berhubungan dengan Channel, yang pada ujungnya adalah pembengkakan biaya. kita jadi harus bikin gondola, blocking space atau bahkan kontrak shelf space. Trus Pasang SPG untuk cek ketersediaan barang. Atau apa perlu bikin retailer sendiri hehehehhehe semoga strategi para marketer di ISeNG! periode IV ini bisa membuka mata para retailer agar menjadi Retailer yang baik hehehehhe

 

Anyway, dalam banyak kasus, dimana posisi Trade Marketing kita? menjadi pendukung Brand atau malah jadi kontra brand? maklum tanpa kesamaan visi our Trade Marketing bisa jadi salah satu Brand Killier :). Merubah peperangan dengan Channel via Trade Marketing?

 

 

Hmm Brand vs Channel ==> Brand + Trade Marketing = Mitra Channel?