Blue Bird vs Trans Cab = Trust vs Fitur? (20.06.08)

Blue Bird vs Trans Cab = Trust vs Fitur?

Ngomongin taxi, Brand Blue Bird sudah menjadi reference umum bahkan mungkin juga menjadi industry benchmark ttg bagaimana sebuah perusahaan taxi seharusnya dikelola. Ga tau jalan jakarta? pulang kemaleman? Takut ditipu? Bisa tidur di Taxi dan Nyampe? reference ya.. Blue Bird! Ada comment yang cukup sering didengar kalo lagi ngomongin taxi, kalo lu tau jalan dan masih siang, cari yang murah. Tapi kalo lu kemaleman dan ga tau jalan? wajib pake Blue Bird. Hmm menarik bukan?

Apa sih Key Diriver orang pilih Taxi? Ramah? Harga? Cepat? atau Trust?

Hmm let’s chunk it down, Ramah? sudah banyak supir taxi yang ramah. Bahkan dibeberapa case, mereka jauh lebih ramah dari Blue Bird. Harga? wah kalo ini sudah jelas banyak yang lebih murah. Cepat? Hmm ini relative mengingat GPS yang digunakan Blue Bird bukan buat cari jalan tapi buat gampang dicari ama operator. So jelas ini sangat tergantung seberapa tinggi jam terbang itu supir.

Trust? maraknya perampokan, penipuan jalur jalan, maenin argo.. membuat orang memilih Blue Bird. Yap! Trust. Blue Bird identik dengan Key Driver ini. Dan itu memang mahal (building trust) dan sangat butuh konsistensi. but once you own it, it will become your identity.

Okay itu Blue Bird, Now.. Lets talk about Trans Cab. Ini perusahaan taxi baru yang mengusung fitur TV Cable kedalam taxi. Yap! Fitur TV Cable! bisa nonton didalam taxi. Which is kalo kita bandingkan dengan Blue Bird, jangankan TV, tape aja ga ada. Anyway.. ini sebuah strategi baru dalam “menjual” taxi. Mengedepankan Fitur. Berkendara naik taxi terkadang sangat membosankan, apalagi kalo udah kena macet atau jalan yang jauh. Nah, biasanya kita ngapain? yah.. kalo ga tidur, nelpon-nelpon atau baca koran (kalo ga pusing). Pemberian fitur TV Cable ke Taxi bisa dibilang Great Idea! seperti idea dari salah satu pemenang ISeNG! yang mengusulkan bikin Karaoke Lounge di pesawat terbang. Rada Nyeleneh tapi Very creative idea. Bayangkan sekarang kita bisa ganti-ganti channel liat-liat berita, film atau bahkan nonton Euro di dalam taxi. Business man? bisa lihat CNBC, Teens? bisa lihat MTV, Film Freak could watch HBO.. so?

Fitur menyangkut experience, dalam hal ini adalah experience naik taxi yang beda yang ditawarkan oleh Trans Cab. Experience itu sendiri jika significant akan membuat memory yang dalam dari si penumpang. Mereka akan jadi Brand Ambassador buat Trans Cab jika TV itu menyenangkan. Dan jika tidak tentu saja akan jadi Brand Terrorist. Nah, Disini letak tantangan yang harus dibuktikan oleh Trans Cab. Bagaimana caranya Fitur TV ini bisa mengantarkan mereka memenangkan kompetisi? Karena yang harus diingat bahwa yang namanya fitur, itu berarti adalah fasilitas tambahan. The Basic Requirementsnya adalah Key Driver orang memilih taxi. Ramah, Cepat, Price Competitive dan jelas Trust!

Jangan sampe dapet nonton TV tapi malah nyasar se ampun-ampun. Atau malah argo meledak ngalahin krakatau hehehehe atau Supir yang sombong, mulai dari menolak jarak dekat, tidak ramah bahkan cenderung se enaknya. Ingat yang dijual oleh Service Company adalah Service itu sendiri yang diukur oleh tingkat kepuasan pelanggan atas jasa yang ditawarkan.

hmm… menarik sekali. Taxi aja berani ganti medan perang masa kita masih sibuk perang harga? hehehehe

Blue Bird vs Trans Cab = Trust vs Fitur?

PRJ = Brand Optimation or Sales Festival? (18.06.08)

PRJ = Brand Optimation or Sales Festival?

 

Minggu lalu main ke PRJ, walau peserta yang tampil hampir sama dengan yang ada tahun lalu. PRJ ini menjadi semakin menarik mengingat daya beli masyarakat pasca BBM menurun hingga 20 s/d 25% (hitungan kotor dengan asumsi besaran kekurangan daya beli dipindah ke biaya pembayaran kenaikan cost yang rata-rata sekitar 20s/d25%)

 

Semua peserta memberikan diskon yang cukup besar hingga 80%! walau jika kita lihat mostly adalah penghabisan stock lama (untuk baju kita bisa lihat dari warna yang mulai lusuh dll). Dan untuk FMCG mereka melakukan bundling untuk produk-produknya yang kalo dihitung ada diskon sekitar 2000 s/d 5000 rupiah per bundling.

Range produknya pun beragam Rokok, Oli, F&B, Retail, Banking, Electronic, IT, FMCG, Water Purifier hingga automotive. Mulai dari Multinasional Brand hingga home industry.

 

Jika melihat antusiasme PRJ baik dari kalangan Produsen atau Konsumen, kira-kira apa sebenarnya yang jadi focus utama dari Para Produsen ini? Brand atau Sales? Melihat target omzet panitia yang mencapai triliunan maka bisa dibilang bukan omzet yang kecil untuk skala pameran. Okay, memang tujuan pameran sangat tergantung pada masing-masing produsen. Sebagai Learning Point kita, jika memiliki ajang seperti ini, porsi terbesar akan kita berikan kemana? Brand atau Sales?

 

Ada yang menggarap standnya dengan sangat baik sekali, mulai dari dekorasi stand, isi stand hingga tenaga-tenaga penjualnya. Namun ada juga yang hanya sekedarnya saja namun SPG nya? Rame booo hehehhehe tenteng tas bundel kiri kanan, sibuk cegat orang lewat.

 

Ajang Festival memang sangat menarik bagi Brand maupun Sales, karena mereka cukup diam dan diserbu oleh pengunjung hehehhee. Balik-balik lagi neh, Kalo mau Optimasi Brand gimana? atau kalo Sales Festival gimana?

Yang sekarang ada disana gimana?

 

PRJ = Brand Optimation or Sales Festival?