Surf 12 Tangan vs Attack 10 Tangan = The Power of Marketing Intelligent? (21.12.07)

Surf 12 Tangan vs Attack 10 Tangan = The Power of Marketing Intelligent?

 

Ingat Kucek-kuceknya Om Farhan? Yap itu adalah iklan dari Surf dengan tema 12 Tangan. So apa istimewanya? Yang istimewa adalah beberapa hari kemudian iklan Attach dengan 10 Tangan nya keluar. (CMIIW)

 

Nah loh, dari USP nya aja Attack udah kalah 2 Tangan tuh. So what happening now? Attack yang tetap nekat jalan dengan 10 Tangan nya? Atau Surf yang “mencuri” start dengan 12 Tangannya?

 

Saya kurang tau siapa yang duluan dan siapa yang belakangan. Namun jika ini bukan sebuah kebetulan, maka ini bisa kita sebut sebagai kekuatan dari Marketing Intelligent (MI). Yap! Informasi-informasi rahasia mengenai pergerakan competitor.

 

Hmm, jika itu yang terjadi maka “kasihan” sekali Attack. Dihajar di saat-saat terakhir. Ini mengingatkan kita bagaimana perang MI antara Pepsi vs Coca Cola, McClaren vs Ferari dan banyak lagi perang MI yang sangat keras dan frontal.

 

Kita tidak membahas soal etis atau tidak etis dan tidak juga soal bajak membajak executive, but let’s focus on Marketing Strategy. Karena seberapa penting pun sebuah informasi jika tidak mampu dieksekusi sama dengan sampah.

 

Terlepas soal benar atau tidaknya opini diatas ttg kegiatan MI yang dilakoni Surf dan Attack. Ada pertanyaan yang harus kita bahas. Seberapa penting sebenarnya MI ini? Apakah tiap departemen Marketing sudah memiliki section MI? jika ini sangat significant menggenjot performance, kenapa jarang sekali (atau tidak ada) kita lihat ada MI manager? Atau ini seperti 007 James Bond? Ada secara berita tapi tidak ada secara formal.

 

Mungkin Pameo : Dekati Lawanmu seperti Keluargamu maka engkau akan bisa menaklukkannya tanpa berperang. Ada juga benarnya.

 

So apa yang harus Attack Lakukan sekarang? Tetap dengan 10 Tangannya yang jelas-jelas kalah dengan 12 Tangan Surf? Atau ganti USP? Atau…… (saran saya) seperti AMD vs Intel. Challenge Surf in Open Competition and let’s the facts talk. Lebih baik daripada pasrah..

 

Surf 12 Tangan vs Attack 10 Tangan = The Power of Marketing Intelligent?

New Brand Don’t Want Just To Be a Follower, But A Challenger to Beat The Leader! (23.11.07)

Tahun 2007 ini ada trend yang sekarang seru dipasaran. Sebuah Habit yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

New Brand Don’t Want Just To Be a Follower, But A Challenger to Beat The Leader!

 

Hmm coba kita flash back beberapa persaingan keras dalam tahun ini :

Yamaha vs Honda, Kuku Bima vs Extra Joss, Astro vs Indovision, Mie Sedap vs Indomie..

 

So many.. baik yang satu kategori ataupun lintas kategori.. sebut saja persaingan ‘panas’ Coca Cola vs Sosro, Esia vs Para Leader Operator Selular baik GSM maupun CDMA.. Lets talk about the Marketing Strategy rather than focus to certain Brand.

 

Perang Terbuka! Yap itu gambaran yang bisa saya simpulkan, mereka ga lagi pake strategi “Desa Mengepung Kota” atau Bangun Fondasi yang kuat baru menyerang. Lihat, mereka menggunakan budget yang kurang lebih sama besar. Mereka bahkan membangun Asset yang langsung menggurita (ingat case 3 yang langsung memiliki BTS banyak di Jakarta dan Bali), membuka distribusi yang luas. Mereka tidak hanya berani Perang Harga, Tapi juga Perang Sumber Daya! Psst… beberapa bahkan berhasil mengganti Rule Of War. Irit ke Kencang, Pulsa ke Talk Time. Huff..

 

Keberanian mereka Head to Head langsung dengan para Raja benar-benar Amazing, Hard Ball alias Hancurkan the strongest point of competitor benar-benar dilakukan. Hasilnya? Beberapa dari mereka sempat menjadi Market Leader, membuat kalang kabut sang market leader, kembali ke tag line lama pun dilakoni sang Raja demi me-reminder orang-orang kalo dia masih jadi sang Raja.

 

What Happening Now? Kenapa Tekad para Challenger ini adalah menggusur sang Market Leader secepat mungkin? Apakah para Leader yang mulai kelihatan melemah dan kegemukan sehingga terduduk? Atau memang para Challenger lebih paham kepada pasar?

 

Memakai Pesan Bang Napi, “Ingat Kemenangan itu tidak hanya terjadi karena Niat dari si Challenger, Tapi juga karena Kesempatan yang dibuka oleh sang Leader”..

 

Udah dengar pesan TVC “Mau Minum Obat Masuk Angin aja kok mesti Pinter?” wuff jelas-jelas nantang si Market Leader yang punya tag line “ Orang Pintar Minum Tolak Angin”…

 

The Follower now Become the Challenger!, The Question is : Does the Leader still could be a Leader or will become the Follower? Waspadalah..Waspadalah..

 

New Brand Don’t Want Just To Be a Follower, But A Challenger to Beat The Leader!