Bundling Program = The Shortcut to Dominate Market? (19.07.08)

Bundling Program = The Shortcut to Dominate Market?

 

Akhir-akhir ini kita sering sekali menemui kegiatan Bundling alias penyatuan 2 atau lebih produk dalam 1 paket harga. Dan Strategi Trade Marketing ini dilakukan mulai kelas sabun cuci sampai dengan Handphone.

 

Coba Lihat bagaimana suksesnya ZTE sekarang, Brand Ponsel dari Negeri China yang sekarang bertekad untuk mengalahkan Nokia dalam pasar ponsel Low End.  Atau lihat maraknya kegiatan Bundling di FMCG, mulai dari dari 1 company yang sama ataupun dengan company lain, dari brand yang sama hingga berbeda brand.

 

Strategy Trade Marketing ini, memang sangat powerfull.

 

Yuk kita lihat beberapa benefit dari Bundling:

1. Brand

Secara Brand, New Brand akan mendapatkan expose yang sama dengan Big Brand yang menjadi Induk Bundlingnya. Jelas ini akan mengangkat tingkat awareness dari New Brand Tersebut. Bagi Big Brand, ini bisa menjadi semacam Gift untuk pelanggan mereka. Win-win solution..

 

 2. Pricing Strategy

Strategy Bundling adalah salah satu alternative Pricing Strategy untuk menurunkan harga secara “lembut” tanpa menguras Brand Value. So bagi Big Brand, strategy ini tidak terkesan banting harga malah terkesan memanjakan pelanggan.

Contoh: Harga Awal Produk A Rp. 15.000

Bundling dengan New Brand Produk B, Harga Produk A tetap Rp.15.000

Buat Customer ini memberikan Value added yang lebih dengan harga yang sama.

 

3. Low Budget & Segmented Test Market

Punya Product Baru? Mau sampling ke target market tapi tidak punya dana lebih untuk membayar SPG? Ga usah putus asa, cukup cari Produk yang punya Target Market yang sama dengan produk kita dan ajak Bundling Program!

Cost? Hanya COGS alias Harga Pokok Produk J

Sekali mendayung dapet 2 sekaligus hehehehehe

 

Dari 3 benefit diatas, jika didukung dengan Perceived Value yang sesuai, maka seharusnya Bundling bisa menjadi salah satu strategi untuk mendominasi market. Tapi jika Perceived Value nya timpang.. hmm Big Trouble bro!

 

Tips-Tips bundling:

  1. Pilih Brand yang paling dominant sebagai induk
  2. Pastikan Produk kita punya target market yang sama dengan Produk Induk Bundling.
  3. Usahakan memilih Induk Bundling yang punya relevansi dengan produk kita atau minimal punya persepsi yang sama dengan produk kita. Jika bisa mendapatkan Induk Bundling yang bisa menjadi komplimenter dan produk kita malah semakin baik.
  4. Tetap Lakukan Promotion Campaign untuk produk kita, sehingga saat produk kita berhasil masuk dalam tahap Trial, Consumer bisa mengingat atau mengenal produk kita.
  5. Selalu pastikan Nama atau Logo Brand kita terdapat pada kemasan. Karena jika tidak, maka produk kita akan di perceived sebagai hadiah biasa. (tergantung deal saat akan bundling)

So, What do you think Marketers?

 

Bundling Program = The Shortcut to Dominate Market?

Tolak Angin vs Bintangin = Mesti Pintar? Atau Ga Perlu Pintar? (10.12.07)

Tolak Angin vs Bintangin = Mesti Pintar? Atau Ga Perlu Pintar?

 

Let’s see the content first before we share any comments J

No

Brand

Bintangin

Tolak Angin

Varian

Jahe Merah

Madu

15 ml

15ml

Price

Rp  1.000

Rp  2.000

Ingredient

1

Minyak Adas

5mg

10%

2

Kayu Ules

10%

3

Daun Cengkeh

10%

4

Jahe

10%

5

Jahe Merah

50mg

6

Daun Mint

5mg

10%

7

Madu

7,5mg

70%

8

Cabe Jawa

12,5mg

*Harga berdasarkan warung rombong depan kos-kosan Kelapa Gading

 

Hmm.. kita lakukan perbandingan dengan menggunakan simple Marketing Mix (Product, Price, Place & Promotion)

 

1.      Product

Ini menyangkut konten yang berarti reason to buy. Secara umum isi dari kedua product ini berbeda, hanya minyak Adas, daun Mint dan Madu yang sama.

Tidak ada penjelasan yang menonjolkan manfaat dari masing-masing content. Yang berarti secara product, customer hanya tau bahwa ini adalah sama. Tidak tahu siapa yang diuntungkan dalam hal ini. Namun yang pasti Khasiat yang akan berbicara. Let’s say they draw on this point.

 

2.      Price

Ini adalah komponen yang paling sering digunakan oleh para Follower bahkan para Challenger. Ini persis seperti Ikan yang sulit ditolak sama kucing manapun J

 

Ini memotong keuntungan dengan sangat-sangat. Tapi jika punya kemampuan operasional yang mumpuni. Efesiensi bisa mendukungnya Low Price High Quality.

Modern Jamu Industry vs Modern Medical Industry, mana yang paling efesien?

 

Dengan setengah harga + content yang tidak dimengerti orang awam sangat mungkin Bintangin memukul Tolak Angin pada point ini.

 

3.      Place

Hmm ini adalah faktor yang membuat saya membeli kedua produk ini di warung rombong didepan kos-kosan saya. Yap Distribusi!!

Dan..Not Surprise Bintang Toedjoe punya kemampuan distribusi yang cukup bagus dan merata.

Dari wawancara singkat dengan penjaga toko diketahui bahwa Bintangin dijual langsung oleh salesman Bintang Toedjoe sedangkan Tolak Angin didapatkan dari agen penjual (alias beli sendiri)

 

Again, Strategi Jemput Bola bisa merupakan ancaman yang cukup besar buat Tolak Angin yang sudah “liquid” sehingga tidak perlu salesman. Atau memang Sido Muncul melewatkan strategi ini?

 

Dengan tidak mengesampingkan incentive program digrosir dan pembagian margin di eceran serta ada kemungkinan delay distribution diluar Jawa. Anyway.. The Power of Distribution.. Bintangin you have chance on this point.

 

4.      Promotion

“Orang Pintar Minum Tolak Angin..” tagline ini sudah sangat sering bahkan akrab kita dengar. Bahkan mengalahkan slogan competitor lama mereka “wes-ewes-ewes bablas angine”.

“Minum Obat Masuk Angin aja kok mesti pintar”. Tagline ini sudah bikin seru milis selama dua minggu. Dan dari beberapa random sampling yang cukup primitive (alias tebak-tebak iseng) dengan beberapa penjaga kos. They notice it’is Bintangin.

 

Anyway, building brand itu sulit dan lama. Kecuali punya “modal” yang cukup besar untuk di gelontorkan disemua lini Promotion. TVC adalah cara yang tercepat and very costly. Belum lagi butuh beberapa ATL di rombong dan mungkin BTL di meeting point seperti pasar dan modern market.

 

Tolak Angin jelas akan lebih ringan disini. Yap, good Brand Image will reduce promotion cost. Sayangnya belum ada satupun yang mulai bicara ttg why we should buy your product instead of smart and not smart?

 

Let’s wrap the things up : Both draw in content, Bintangin punya kesempatan di harga, Bintangin juga punya chance di Distribusi dan Tolak Angin punya keuntungan kuat di Promosi.

 

Semoga pertarungan ini tidak sekedar ajang pembalasan. Karena kompetisi ini jauh lebih menarik dari itu semua. Yap seperti Indofood vs Wings, Sidomuncul vs Bintang Toedjoe adalah salah satu ujian praktek untuk para Marketer to shape up the competition. I Love Competition.. make us better and better..

 

Tolak Angin vs Bintangin = Mesti Pintar? Atau Ga Perlu Pintar?