Tolak Angin vs Bintangin = Mesti Pintar? Atau Ga Perlu Pintar? (10.12.07)

Tolak Angin vs Bintangin = Mesti Pintar? Atau Ga Perlu Pintar?

 

Let’s see the content first before we share any comments J

No

Brand

Bintangin

Tolak Angin

Varian

Jahe Merah

Madu

15 ml

15ml

Price

Rp  1.000

Rp  2.000

Ingredient

1

Minyak Adas

5mg

10%

2

Kayu Ules

10%

3

Daun Cengkeh

10%

4

Jahe

10%

5

Jahe Merah

50mg

6

Daun Mint

5mg

10%

7

Madu

7,5mg

70%

8

Cabe Jawa

12,5mg

*Harga berdasarkan warung rombong depan kos-kosan Kelapa Gading

 

Hmm.. kita lakukan perbandingan dengan menggunakan simple Marketing Mix (Product, Price, Place & Promotion)

 

1.      Product

Ini menyangkut konten yang berarti reason to buy. Secara umum isi dari kedua product ini berbeda, hanya minyak Adas, daun Mint dan Madu yang sama.

Tidak ada penjelasan yang menonjolkan manfaat dari masing-masing content. Yang berarti secara product, customer hanya tau bahwa ini adalah sama. Tidak tahu siapa yang diuntungkan dalam hal ini. Namun yang pasti Khasiat yang akan berbicara. Let’s say they draw on this point.

 

2.      Price

Ini adalah komponen yang paling sering digunakan oleh para Follower bahkan para Challenger. Ini persis seperti Ikan yang sulit ditolak sama kucing manapun J

 

Ini memotong keuntungan dengan sangat-sangat. Tapi jika punya kemampuan operasional yang mumpuni. Efesiensi bisa mendukungnya Low Price High Quality.

Modern Jamu Industry vs Modern Medical Industry, mana yang paling efesien?

 

Dengan setengah harga + content yang tidak dimengerti orang awam sangat mungkin Bintangin memukul Tolak Angin pada point ini.

 

3.      Place

Hmm ini adalah faktor yang membuat saya membeli kedua produk ini di warung rombong didepan kos-kosan saya. Yap Distribusi!!

Dan..Not Surprise Bintang Toedjoe punya kemampuan distribusi yang cukup bagus dan merata.

Dari wawancara singkat dengan penjaga toko diketahui bahwa Bintangin dijual langsung oleh salesman Bintang Toedjoe sedangkan Tolak Angin didapatkan dari agen penjual (alias beli sendiri)

 

Again, Strategi Jemput Bola bisa merupakan ancaman yang cukup besar buat Tolak Angin yang sudah “liquid” sehingga tidak perlu salesman. Atau memang Sido Muncul melewatkan strategi ini?

 

Dengan tidak mengesampingkan incentive program digrosir dan pembagian margin di eceran serta ada kemungkinan delay distribution diluar Jawa. Anyway.. The Power of Distribution.. Bintangin you have chance on this point.

 

4.      Promotion

“Orang Pintar Minum Tolak Angin..” tagline ini sudah sangat sering bahkan akrab kita dengar. Bahkan mengalahkan slogan competitor lama mereka “wes-ewes-ewes bablas angine”.

“Minum Obat Masuk Angin aja kok mesti pintar”. Tagline ini sudah bikin seru milis selama dua minggu. Dan dari beberapa random sampling yang cukup primitive (alias tebak-tebak iseng) dengan beberapa penjaga kos. They notice it’is Bintangin.

 

Anyway, building brand itu sulit dan lama. Kecuali punya “modal” yang cukup besar untuk di gelontorkan disemua lini Promotion. TVC adalah cara yang tercepat and very costly. Belum lagi butuh beberapa ATL di rombong dan mungkin BTL di meeting point seperti pasar dan modern market.

 

Tolak Angin jelas akan lebih ringan disini. Yap, good Brand Image will reduce promotion cost. Sayangnya belum ada satupun yang mulai bicara ttg why we should buy your product instead of smart and not smart?

 

Let’s wrap the things up : Both draw in content, Bintangin punya kesempatan di harga, Bintangin juga punya chance di Distribusi dan Tolak Angin punya keuntungan kuat di Promosi.

 

Semoga pertarungan ini tidak sekedar ajang pembalasan. Karena kompetisi ini jauh lebih menarik dari itu semua. Yap seperti Indofood vs Wings, Sidomuncul vs Bintang Toedjoe adalah salah satu ujian praktek untuk para Marketer to shape up the competition. I Love Competition.. make us better and better..

 

Tolak Angin vs Bintangin = Mesti Pintar? Atau Ga Perlu Pintar?

Who is the real Smart and Kuat? Biskuat or Bismart? (21.06.07)

Who is the real Smart and Kuat? Biskuat or Bismart?

 

Jadi Kuat aja ga cukup! Itu kata Bismart salah satu product dari Umbrella Brand Gery – Garuda Food

Dan Biskuat dari Danone hanya berkata “Saatnya jadi Macan” .

 

Dibawah ini adalah tabel perbandingan dari kedua product tersebut. Kita sudah lihat context yang mereka sampaikan. Now Lets discuss about the content.

Since Brand Value itu hadir dari Akumulasi nilai Brand Integritynya alias What you over is What you shall deliver.

 

Brand

Biskuat

Bismart

Varian

Energi

Energi

Vanilla

Coklat

Coklat

Susu

Biskuit

Biskuit

Krim

Krim

Krim

Coklat

Coklat

Price

 Rp 4.825

 Rp  1.325

 Rp  1.695

 Rp 3.250

 Rp  1.750

 Rp  1.450

 Rp  1.100

 Na

Ingredients / gr

285

77

57

124

57

60

77

37

Lemak

v

v

v

v

v

v

v

v

Protein

v

v

v

v

v

v

v

v

Kolin

 

 

 

 

 

 

v

v

A

v

v

v

v

v

v

 

 

B1

v

v

v

v

v

v

v

v

B2

v

v

v

v

v

v

v

v

B3 (Niasin)

v

v

v

v

v

 

v

v

B5

 

 

 

 

 

v

 

 

B6

v

v

v

v

v

v

v

v

B12

v

v

v

v

v

v

 

 

D

v

v

v

v

v

v

 

 

E

v

v

v

v

v

 

 

 

Asam Folat

v

v

v

v

v

 

 

 

Kalsium

v

v

v

v

v

v

v

v

Selenium

v

v

v

v

v

 

 

 

Zat Besi

v

v

v

v

v

 

v

v

Iodium

v

v

v

v

v

 

 

 

Seng

v

v

v

v

v

 

 

 

Kalium

 

 

 

 

 

 

 

 

Natrium

v

v

v

v

v

v

v

v

* harga dari struk belanja di Indomaret

 

Biskuat memberikan 9 Vitamin dan 6 Mineral untuk membuktikan bahwa ini biscuit untuk jadi Macan.

Bismart memberikan 4 Vitamin dan 3 Mineral + Kolin

 

Secara Content jelas hanya Kolin yang membedakan antara Bismart dan Biskuat. Pertanyaannya apakah Kolin merupakan indicator yang membuat smart?

Berlebihankah Bismart mengklaim “smart”? atau Biskuat yang underclaim dengan hanya mengatakan “Kuat”?

 

Secara Content kita sudah bisa langsung bandingkan bahwa Biskuat Leading 5 vitamin dan 3 Mineral dari Bismart yang hanya leading 1 Kolin.

Menarik bukan? Saya sengaja tidak membahas soal rasa atau hal2 yang sifatnya subjectif agar kita semua bisa bicara berdasarkan fakta-fakta yang kita lihat.

(objective and based on data)

 

So, Who is the real Smart and Kuat? Yang jelas secara kategori “kuat” fakta memastikan bahwa Biskuat lebih kuat dari Bismart.

Namun siapa yang lebih smart? Apakah 5 Vitamin yang tersisa tidak sebanding dengan 1 kolin? Hmm secara jumlah harusnya 5 vitamin lebih baik.

Namun secara benefit? Kolin lebih baik dari Vitamin A, D, B6, B12, E? hmmm butuh Ahli Gizi mungkin ya buat jawabnya..

 

Secara Market Bismart memang menantang si Biskuat, Bismart dengan mengandalkan 2 varian berani melawan 6 Varian dari Biskuat.

Pertarungan ini sendiri justru akan menjadi justifikasi yang jelas are smart enough to challenge the Leader with 1 Kolin?

Or are you strong enough to beat your contender with all your Content?

 

Iklan adalah media untuk menyampaikan janji dan ini adalah Brand Promise, seberapa provokatifpun isi iklan kita mengklaim kehebatan product kita jika tidak didukung dengan deliver nyata dari product kita itu akan hanya menggerus Brand Value kita karena Brand Integrity is the important things.

Walk your Talk guys!

 

Who is the real Smart and Kuat? Biskuat or Bismart? Fact told you and your task to resume and decide.