Mix 9 vs GG Filter vs Djarum Super = HM Sampoerna + Philip Moris vs Gudang Garam vs Djarum ?? (18.07.07)

Mix 9 vs GG Filter vs Djarum Super =  HM Sampoerna + Philip Moris vs Gudang Garam vs Djarum ??

Gila saya mesti sabar buat nyari si Marlboro Mix 9 alias Marlboro Kretek untuk nulis ini artikel.

The Real Competition?? Yap! Saya menyebutnya sebagai kompetisi yang benar2 ketat dan keras. Bisa diibaratkan pertarungan kelas berat.

 

Why?? Let’s talk about the content!

Content

Marlboro Mix 9

GG Filter

Djarum Super

Harga Banderol

 Rp  8.050

 Rp  8.050

 Rp  8.050

Harga Circle K

 Rp  7.000

 Rp  8.000

 Rp  8.000

Harga Batangan

 Rp     600

 Rp     700

 Rp     700

Isi (batang)

12

12

12

Tar (Mg)

1,8

1,8

1,8

Nikotin (Mg)

30

32

30

 

Harga hampir sama Marlboro Mix 9 (Mix 9) murah Rp.1.000, Tar Sama, Nikotin GG Filter lebih tinggi dan Sama-sama bisa dijual batangan. Saya bisa simpulkan Secara konten mereka sangat berimbang dan bisa dibilang ini akan bicara faktor context. Ini sebenarnya yang paling seru dan mengapa saya bisa bilang the heavy class competition.

 

Coba lihat sejarah mereka bertiga:

Gudang Garam adalah Market Leader untuk industri rokok.

Djarum adalah Ex Market Leader serta tergolong pemain besar dalam industri rokok.

HM Sampoerna adalah Market Leader di LTN

Philip Moris adalah Market Leader Dunia untuk industri rokok putih.

Mereka berempat bisa dibilang Legacy and Master Black Belt nya Industri Rokok.

 

Pernah Perang Head to Head:

Djarum dan GG mati-matian menghajar A-mild di LTN class dengan LA Lights dan GG Nusantara. Namun sampai sekarang juga belum berhasil (jika tidak mau dibilang gagal). Sebaliknya Sampoerna juga sudah berkali-kali mencoba menggoyahkan dominasi mereka di kretek filter dengan Millenium, Exclusive. Yang hasilnya sami mawon alias “gagal”.

Dalam hal ini bisa dibilang skor 0-0 alias draw.

 

Check their Power:

Mereka sama – sama punya jaringan distribusi yang sangat kuat dan merata.

Modal yang sama-sama besar yang bisa melakukan kemampuan exposure yang kuat dan konsisten.

Brand Equity yang bisa dibilang hampir sama-sama besar diantara mereka.

Kemampuan produksi yang sama-sama konsisten.

Dalam hal ini juga bisa dibilang skor 0-0 alias draw

 

Gile.. Content sama kuat, power sama kuat.. so what is the opportunity??

 

Lets check the other possibilities:

Mix 9 adalah gabungan antara keahlian meracik tembakau dari Sampoerna dipadu dengan Brand Equity dari Marlboro yang sangat kuat. Bahkan dikotaknya ditulis made by PT HM Sampoerna under authority of PMI. Nah, kalo dipikir2 jika Mix 9 sukses menghajar GG dan Djarum, secara simple kita bisa bilang bahwa ternyata butuh Brand Equity yang lebih kuat dari Sampoerna buat menembus dominasi GG dan Djarum di kretek filter. GG dan Djarum tentu saja ga mau kalah, native-nya kretek kok kalah ama rokok blasteran? Nasionalisme emang tinggi.. tapi cewe2 blasteran emang paling sexy hehehehe

 

Yang belum kelihatan adalah kemana sebenernya eksekusi BTL Mix 9 akan dibawa? GG lekat dengan motocross, balap motor serta iklan yang nunjukkin laki-laki. Djarum dengan Liga Indonesia serta adventure nya. Where will the mix 9 go? Apa mungkin dibawa ke clubbing seperti yang dilakukan si Mother brand selama ini alias Marlboro?

 

Siapa sih yang masih ngerokok dengan kadar tar dan nikotin segede itu? 18 s/d 28 or Mature Smoker? SES ABC or CD? For Style or For Taste? Eksekutif or Buruh? Jika ini menyentuh SES CD kebawah, berarti ini adalah perang harga. Rasa memang utama tapi jika mahal.. mereka ga segan buat switching ke lower price product. Jika ini untuk men-switch exisiting kretek smoker, wow reputasi anda yang akan jadi taruhannya.

 

Jika ini soal rasa, maka pameo rasa ga pernah bohong akan berlaku disini. Hmm… jika rasa sudah bicara, maka your only strategy is change your flavor immediately or your legacy and investment will be a history.

 

Siapapun yang menang jelas akan membuktikan dominasinya dan yang kalah.. ma’af you must evaluate your product line. So guys.. Who will be the winner on this heavy class competition?

 

Mix 9 vs GG Filter vs Djarum Super =  HM Sampoerna + Philip Moris vs Gudang Garam vs Djarum ??

Amild, Kembali Tagline Lama? Romantisme Masa Lalu, Take Back atau Desperate? (21.11.07)

Ngebahas ttg Amild semakin seru,

Kembali ke Tagline lama? Romantisme Masa Lalu, Take Back or Desperate??

 

Kenapa saya beropini 3 hal diatas? Karena menurut saya itu adalah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

 

Romantisme Masa Lalu? Hmm Others Can Only Follow adalah masa jayanya Amild yang saat itu baru punya lawan Bentoel Mild, Starmild serta LA Lights. Sukses buat affirmasi sebagai market leader. Cara ini sebenarnya tidaklah salah ataupun merusak brand. Sometimes to be a Retro just like Dejavu. Remind us about our memories, trigger kembali masa-masa Indah bersama.. Pertanyaannya adalah this is a right time?

 

Take Back? Saat Kompetisi semakin keras dan semakin ketat. Follower (bisa dibaca sebagai challenger) mulai membangun New Rule of Game. Positioning semakin Blur. Enjoy Aja adalah kembalikan dari Kritisnya Tanya Kenapa. Amild yang identik dengan Musik dan Fun sekarang mulai “digerus” dengan Ekspresikan Aksimu yang lebih ringan untuk target market 18 s/d 25 alias para mahasiswa. Belum lagi competitor lawasnya juga mulai ngetop dengan Apa Obsesi mu yang bisa dibilang “lebih anak muda”. Secara Level Brand Amild mungkin bisa menganggap dirinya pada Emotional Branding. Pioneer, Market Leader dan Punya Loyal Smoker.

 

Namun satu hal yang mesti diingat New Smoker selalu tumbuh, fase Emotional ada pada para senior yang udah lama ngerokok Amild. That’s why Brand Legendaris kayak Djisamsoe harus rejuvinasi Brandnya ke lebih muda. Atau Bentoel biru menjadi “Sejati” dari pada I love the blue of Indonesia.

 

Opini Pribadi, Tanya Kenapa seperti sekolah S2, Keren, Hebat, Looks Smart and Prestisius but Ekslusif. Enjoy Aja, Apa Obsesi Muda dan Ekspresikan Aksimu lebih Ringan alias lebih S1 dan merakyat (jangan kaitkan dengan S2 dan S1 sebenarnya ya.. Cuma kiasan – Ma’af kalo ada yang tersinggung)

The Question is who is your biggest Market?

 

Dengan kembali ke Tag line lama harapannya adalah mengaffirmasi kembali brand pada perception war di smoker. Seperti ajakan atau himbauan untuk Stay with Amild and Love your Amild.

 

Desperate? Hmm ini mestinya relasional dengan keadaan trend sales sekarang. Apakah Turun atau tidak. Jika Tidak Turun dan cenderung naik maka tidak bisa dibilang Desperate tetapi lebih kepada Romantisme atau jika mulai terganggu berarti pada stage Take Back.

 

Pernah mungkin kita dikritik dengan kata-kata “..dulu ga perlu ada begini atau begitu sales kita bagus banget, kita adalah Market Leader tapi begitu mulai ganti ini dan itu kita jadi mulai berantakan..” Jika semua usaha kita mulai gagal dan bahkan semakin jelek, maka aksi seperti ini bisa jadi pilihan terdesak. Karena dipaksa oleh Para Orang Lama atau Karena pengen buktikan kalo itu juga ga efek dengan sales.

 

Kondisi kembali ke tagline lama pada fase ini sama dengan berjudi (jika tidak mau dibilang bunuh diri) karena Masa Lalu adalah masa lalu. Masa kini adalah Masa kini. Masa Depan adalah Masa Depan. Situasi dan Kondisinya ga sama

 

Anyway.. Lets see what happen, kita pernah belajar dari Amild dengan strateginya mengganti-ganti Tagline sebagai bagian penyesuaian diri.

 

Kembali Tagline Lama? Romantisme Masa Lalu, Take Back atau Desperate?