Extra Joss Shop Sign : Just for Awareness, Brand Recognition or for Sales Influencer? (22.07.08)

Extra Joss Shop Sign : Just for Awareness, Brand Recognition or for Sales Influencer?

 

Akhir-akhir ini diwarung-warung terlihat sebuah Shop Sign yang yang menarik perhatian. Tidak hanya soal ukurannya yang memang extra besar atau warna kuningnya yang menyolok. Namun juga karena konsep dari Shop Sign nya itu sendiri.

 

Gelas dengan visual air yang dipenuhi dengan Extra Joss semakin lengkap dengan tulisan “Isi Energy Anda Disini” dibawah gelasnya. Cat warna kuning yang menjadi ciri khas Extra Joss menghiasi seluruh dinding warung tersebut. Hmm.. Rasanya setiap orang yang lewat dijalan ini pasti pernah melihat Shop Sign ini.

Yap, Extra Joss (XJS) secara agresif kini mulai memasang Shop Sign seperti ini diwarung-warung yang menjual XJS. Kira-kira apa ya tujuannya?

 

Hmm… Apa sih fungsi Shop Sign (SS) itu?

 

Pada awalnya SS itu hanya berupa bantuan dari principal kepada warung dalam rangka membentuk hubungan yang mutualisme. Warung butuh papan nama alias SS dan Prinsipal butuh wadah untuk Awareness. Kemudian, semakin berkembang, SS kemudian berfungsi sebagai tanda keberadaan bahwa produk kita dijual disini. Dan terus dengan semakin berkembangnya kompetisi, maka mulai dikenal dengan Kontrak. SS dipasang sebagai tanda bawah Produk kita punya perlakuan istimewa ditempat ini (Recognition atau Pengakuan).

 

Tujuannya apa? Let’s Check it one by one:

Awareness, Ini adalah fungsi basic dari semua SS. Agar bisa dikenal oleh semua. Ga lucu kan, udah pasang SS tapi ga ada yang aware hehehehe.. yah minimal yang sering datang kewarung lah. Bentuk dasar dari SS yang hanya bertujuan awareness bisa banyak dilihat dihampir semua warung atau toko. Biasanya hanya berupa 70% Brand dan 30% space untuk Nama Toko atau Warung. Pada tahap ini, biaya yang dikeluarkan untuk membuat SS adalah 70% Relationship dan 30% Biaya (bisa dalam bentuk uang ataupun VVSP – Very Very Special Price)

 

Brand Recognition, SS yang memiliki objective sebagai Recognition, mulai terlihat esklusif, bisa dari bahan atau ukuran dari SS itu sendiri. Biasanya diikuti dengan pengecatan dinding atau dekorasi didalam Warung atau Toko itu sendiri. Dan diikuti dengan minim atau tidak adanya ekspose yang diizinkan untuk competitor dari produk itu sendiri. Ditambah lagi special display dari Produk tersebut. Pada tahap ini biaya yang dikeluarkan untuk membuat SS tersebut adalah 70% Cost dan 30% Relationship.

 

Sales Influencer, Nah ini sebenernya adalah ultimate objective dari SS. Yaitu sebagai pendorong customer atau consumer untuk membeli produk kita. Ya biar gimana ini kan ujung-ujungnya biaya. Artinya sebuah SS harusnya bisa mendorong orang membeli lebih banyak dari pada sebelum ada SS tersebut ada. Dan semakin kecil ratio biaya SS dibandingkan Sales yang dihasilkan maka semakin bagus.

 

Agar bisa jadi Influencer, maka SS harus Bisa memancing Awareness, jika berhasil maka step berikutnya adalah memancing Trial artinya Ketersediaan Produk disetiap outlet yang ada SS nya Wajib ada. Trial adalah MOM alias Moment of Truth dari produk tersebut. Apakah “Tulisan Isi Energy Anda Disini” bisa dihasilkan atau tidak saat mencoba Extra Joss?

 

Kombinasi Awareness + Recognition dan Perceived Value akan menjadikan SS sebagai Sales Influencer.

 

Hmm.. Extra Joss Shop Sign : Just for Awareness, Brand Recognition or for Sales Influencer?

WOM : Quality vs Sensation, Which One will Sustain? (21.07.08)

WOM : Quality vs Sensation, Which One will Sustain?

 

Ngomongin WOM (Word of Mouth) alias Berita dari Mulut ke Mulut adalah sesuatu yang sangat menantang. Bayangkan bagaimana senangnya kita jika produk kita menjadi WOM.. hmm kita punya brand lover yang akan cerita ttg produk kita kesiapa saja dan kemana saja. Dan mereka juga akan jadi Evangelist Brand kita. Yang akan membela bahkan menjadi Ambassador bagi Brand kita. Of course dengan sukarela!!!

 

Beberapa brand sukses besar dengan WOM, Apple salah satunya. Namun banyak juga yang dihancurkan oleh WOM. Yang sukses punya komunitas-komunitas baik yang resmi maupun yang non resmi, baik yang disupport oleh principal maupun yang tidak sama sekali. Media nya? Banyak sekali! Mulai dari Tradisional WOM yaitu emang dari mulut ke mulut, trus blog ke blog, milis ke milis, facebook ke facebook dan banyak lagi.

 

Ada WOM yang memang sengaja dibuat atau diciptakan, seperti Liburan Bersama Kijang”. Dan banyak juga yang memang dibangun dari akar rumput penggemar. Ini banyak sekali di Facebook, Friendster dan provider-provider blog.

 

Melihat dari cara munculnya, WOM bisa timbul atas Sensasi, yaitu bikin kegiatan atau event yang memancing perhatian orang lain. Seperti yang dilakukan oleh Tung Desem Waringin (TDW). Sensasi dibikin seheboh mungkin sehingga bisa memancing lahirnya WOM. Namun ada juga yang karena Produk itu sendiri yang akhirnya menciptakan WOM. Contoh WOM yang dibikin bukan oleh sensasi juga banyak sekali, mau contoh? Mulai dari Warteg enak yang ada didalam gang-gang kecil sampai dengan Tempat Service mobil yang ramah dan cepat. Ini disebut WOM yang lahir dari Quality.

 

Apa bedanya? Sensasi dengan Quality?

 

Sensasi, berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh produk itu sendiri atau pun event yang mendukung produk itu dengan tujuan agar produk itu mendapatkan ekspose yang besar (menarik perhatian) dari orang-orang. Sensasi bisa dilakukan baik dengan biaya murah (dengan bikin blog atau facebook) atau bisa juga dengan menggelontorkan uang yang besar (dengan nabur uang 100 juta). Pendek kata, sensasi secara sengaja dan direncanakan untuk memancing terjadinya WOM.

 

Quality, umumnya berasal dari produk atau layanan itu sendiri. Dimana setiap customer dan consumer mendapatkan perceived value yang lebih dari yang diharapkan. Dalam hal ini bisa dari Quality dari Produk atau Layanan Produk itu sendiri. Quality itu sendiri ukurannya berbeda-beda, namun secara umum, Quality adalah mendapatkan performa atau hasil atau manfaat minimal sama dengan harapan dari sipembeli atau pelanggan.

 

Sensasi vs Quality, Kalo melihat dari 2 faktor ini kira-kira mana ya yang akan sustainable?

 

Harap diingat WOM yang dihasilkan oleh Sensasi adalah tahap awal, yaitu tahap diomongkan atau tahap awareness. Apakah mereka akan membeli, mencoba atau merekomendasikan setelah Sensasi adalah hal yang berbeda. Artinya WOM disini baru sebatas “Iklan Viral” belum menyentuh tahap Trial. Lihat pasca penyebaran Undangan free Seminar TDW, entah berhubungan atau tidak, tiba-tiba kita dikirimin penawaran penjualan tiket seminar dengan setengah harga (CMIIW).

 

Sedangkan WOM yang dihasilkan oleh Quality of Product, cenderung sudah merupakan rekomendasi atau minimal merupakan pengalaman mencoba dari si pengantar WOM. Artinya apa yang disampaikan minimal sudah dibuktikan oleh sipengantar WOM itu sendiri. Dalam hal ini WOM menjadi punya Kredibilitas.

 

So? What do you think guys? Which one will you choose? Use the Quality? Or just the Sensation?

 

WOM : Quality vs Sensation, Which One will Sustain?