Tung Desem Waringin & 100 juta = Nyebar Uang itu (lebih) Efektif? (29.05.08)

Tung Desem Waringin & 100 juta = Nyebar Uang itu (lebih) Efektif?

 

Dibawah ini adalah kutipan dari berita di Detik.com hari ini. Dengan Bapak Diki M Sidik, Staf Humas Tung Desem Waringin:

 

“…Diki menjelaskan, aksi Tung itu merupakan perumpamaan dari strategi marketing. Tung hendak menunjukkan banyaknya promosi yang sia-sia untuk memasarkan produknya.
“Banyak terjadi marketing sekarang seperti membuang uang di gunung berapi, tidak berbekas. Kalau orang pasang iklan, tidak bisa diukur berapa hasil dari iklan itu. Seperti baliho misalnya, itu kan buang uang saja,” beber Diki.

Maka, lanjut dia, dibuatlah semacam perumpamaan. Daripada uang dibuang, lebih baik dibagikan saja ke masyarakat..”

 

 

Let’s Discuss it:

First, Sebagaimana dengan case-case sebelumnya, suka atau tidak suka posting email ini mungkin menambah efek WOM dari program Nyebar Uang. Anyway, let’s see from Marketing side.

 

Kutipan diatas belum jelas arahnya, mengingat bukunya juga belum keluar. Namun kata-kata…. “Banyak terjadi marketing sekarang seperti membuang uang di gunung berapi, tidak berbekas. Kalau orang pasang iklan, tidak bisa diukur berapa hasil dari iklan itu. Seperti baliho misalnya, itu kan buang uang saja”… Mungkin bisa menjadi bahan evaluasi kita bersama dan yang menjadi pertanyaan pada subject posting ini.

 

Apakah Nyebar Uang itu (lebih) efektif? Jika dikaitkan dengan ukuran, apakah itu lebih terukur dari pasang iklan? Apakah ada korelasi antara Peningkatan Penjualan Buku dengan Penyebaran Uang? Dan jika dihitung total biaya dibagi total sales buku nanti akan lebih baik ratio cost/unitnya?

 

Semua kegiatan yang besifat spekatakuler, unik, nyeleneh dan out of box mayoritas objectivenya adalah mendapatkan perhatian. Alias berusaha stand out from the crowd secara instant!. Efektif? Yap efektif buat mendapatkan awareness. Pertanyaannya apakah relate to product? Tergantung buat siapa buku itu ditulis? Berapa harga ecerannya? Karena, Semua kegiatan Marketing harus relate dengan STPnya (segmentation, Targeting and Positioning). Jika tidak, maka seperti marketing tanpa arah dan yang pada akhirnya akan menghasilkan ineffective/waste of marketing program.

 

Perhatian atau Awareness itu sendiri, baru merupakan 1 step/proses sebelum sampai ke tahap Engagement alias Beli. Masih ada step-step berikutnya yang harus dilalui. Walau ini sangat dipengaruhi oleh kekuatan Brand (brand Value&Image). Jika brand nya kuat maka begitu Launch langsung terjadi action beli. Tapi jika tidak? maka paling tidak akan ada phase sebelum itu terjadi, termasuk nungguin cerita orang yang dah beli buku itu.

 

Kegiatan Marketing itu bukan seperti masak Mie Instant, yang tinggal dibuka bungkusnya dan direbus baru dimakan. Kegiatan Marketing itu seperti Memasak Makanan Lengkap. Sebelum dimasak, diingat dulu siapa yang akan makan, sehingga tau apa yang akan dimasak, berapa banyak yang dimasak dan apa saja yang akan dihidangkan sebagai pendamping masakannya. Walau objective akhirnya sama yaitu Makan yang kenyang.

 

So? Apakah menyebar uang itu (lebih) efektif?

 

 

Tung Desem Waringin & 100 juta = Nyebar Uang itu (lebih) Efektif?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s