Bulan Puasa : Bulan Penuh Branding & Penuh Kompetisi? (01.09.08)

Bulan Puasa : Bulan Penuh Branding & Penuh Kompetisi?

 

Hari ini pertama kali saur, buka-buka tv menemukan hal seru. Ada kompetisi tak langsung dalam merebut para peserta saur, ada RCTI bersama Pertamina Enduro, SCTV dengan Top 1 trus ada lagi Trans Tv dengan Yamaha dan Trans 7 dengan Honda. Hmm sebuah “pertarungan” merebut kue pemirsa tv yang sedang saur. Itu tadi waktu saur, selama bulan puasa sendiri terlihat beberapa brand yang dikenal sebagai seasonal branding juga kembali bermunculan seperti Promaag, Sirup Marjan. Iklan TVC mereka tampak menghiasi layar kaca beberapa tv swasta. Hmm menarik juga melihat mereka menjadikan momen Ramadhan sebagai basis branding mereka.

 

Apa sih yang berbeda antara bulan ini dan bulan yang lainnya? Sehingga menjadi salah satu momen terbaik untuk melakukan Branding dan berkompetisi?

 

Let’s see through 4 W + 1 H..

 

A. Why..

Kenapa kok dibulan puasa?

1.      Celebration of Majority people

Bulan ini dirayakan oleh mayoritas penduduk Indonesia yang tersebar dari sabang hingga merauke. Means very potential market size and value.

2.      New Habit

Yap.. puasa membuat habit baru secara massal, mulai dari makan subuh-subuh, karena siang hari ga boleh makan. Hal ini membuat adanya beberapa perubahan seperti delay purchase serta menimbulkan multiplier efek sebagai akibat dari penundaan makan.

3.      Focused Activity

Nah ini dia yang paling seru, karena dibulan ini ada 3 aktivitas focus utama + 1 Closing. Yaitu Saur pada subuh hari, Ngabuburit dan berbuka serta Lebaran pada awal bulan berikutnya.

 

B. What..

Apa sih yang potensial kita tawarkan pada bulan puasa ini? Apakah hanya terbatas pada makanan dan energi? Actually, needs dibulan puasa dengan bulan yang lainnya pada dasarnya sama. Alias Sama-sama tetap butuh oli untuk motor mereka, sama-sama butuh kedaraan motor untuk transportasi dan masih banyak lagi sama-sama yang lain. Intinya tidak berubah ada perubahan pada needs, hanya ada perubahan ttg waktu membutuhkannya, Nah factor ini yang perlu dilirik oleh para pemasar.

 

Sebagai contoh di industri Komunikasi, kita bisa lihat bagaimana para provider GSM & CDMA mengeducate konsumen seakan-akan jika bulan puasa maka kita harus lebih sering  berkomunikasi. Atau bisa juga kita lihat kelihaian para pemasar barang elektronik yang mengeducate konsumen seakan-akan bulan puasa ini harus diisi dengan banyak hiburan dan gadget. Atau strategi pemasar furniture, fashion yang mengajarkan untuk melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi lebaran dengan menyediakan yang serba baru. Bahkan untuk traditional needs seperti makan dan minum pun bisa menggunakan potensi ini untuk mengajarkan seakan-akan tidak lengkap berbuka tanpa makanan mereka.

 

Nah artinya hampir semua lini barang itu punya potensi yang sama, hanya tinggal bagaimana menarik garis dari needs mereka dengan benefit produk yang kita punya. Kecuali untuk barang-barang yang tergolong haram tentunya hehehehhe

 

C. When..

Trus kapan waktu yang pas buat kita melakukan aktivitas brandingnya? Yang pasti waktu akan menentukan tingkat kompetisi yang akan dihadapi. Maklum prime time gitu loh, semakin mendekati waktu prime time maka semakin tinggi potential marketnya.

 

Namun Secara umum, kita bisa mengacu pada 3 saat utama dibawah ini:

1.      Saat Saur

Aktivitas ini umumnya adalah inhouse atau dirumah. Walau ada juga yang melakukannya diluar rumah namun jumlahnya adalah minoritas. Pada periode aktivitas ini, prime time nya ada pada pukul 2.30 hingga 4.30 dini hari.

2.      Saat Ngabuburit

Kegiatan ini cenderung dilakukan diluar rumah atau lebih banyak dilakukan ditempat-tempat umum, seperti mall atau taman. Prime timenya ada pada pukul 3.00 hingga detik-detik berbuka puasa.

3.      Saat Berbuka

Kegiatan ini banyak dilakukan diluar rumah dan banyak juga dilakukan didalam rumah. Prime timenya adalah beberapa menit sebelum adzan dan sekitar 1 jam kemudian atau pukul 19.00. setelah jam 19.00 biasanya merupakan waktu sholat tarawih. Dan peak time terjadi sekitar pukul 21.00.

 

D. Who..

Siapa yang bisa menjadi target market? Dan siapa yang bisa melakukannya?

1.      Target market:

Adalah seluruh SES (social economic class), seluruh usia dan seluruh gender.

2.      Potensial User

Semua Industri baik principal maupun event organizer. Baik perorangan ataupun perusahaan.

 

The last is…

E. How?

Bagaimana caranya meleverage bulan puasa ini?

Secara umum tergantung objective yang diinginkan dan disesuaikan dengan saat kapan anda ingin berkompetisi branding?

1.      Saat Saur

Mengingat banyak kegiatan mereka berada didalam rumah, maka media yang paling tepat digunakan adalah TVC dan Iklan Radio. Semakin interaktif semakin baik. Konsepnya sendiri bisa bersifat blocking time ataupun hanya sebagai regular iklan saja. Yang pasti rating suatu acara harus dipertimbangkan dengan matang, karena kompetisi akan sangat ketat dalam perebutan space iklan, padahal waktu efektifnya hanya sekitar 2 jam saja.

2.      Saat Ngabuburit

Ini adalah waktu terpanjang yang bisa digunakan untuk melakukan marketing activities bisa mencapai 4 jam. Sangat tepat untuk melakukan brand activation. Banyak pilihan aktifitas BTL yang bisa dilakukan dan pilihannya pun sangat banyak. Mulai dari bersifat off air activities hingga on air activities.

3.      Saat Berbuka

Walau waktu sangatlah pendek, namun ini tetap bisa menjadi media branding yang punya kompetisi cukup tinggi. Terutama pada detik-detik sebelum adzan magrib tiba. Bahkan setelah berbuka pun kita masih punya waktu sampai dengan 1 jam untuk menarik perhatian mereka.

Untuk yang melakukan kegiatan berbuka diluar, justru lebih bisa dieksplor dengan berbagai media iklan, mulai dari meja, gelas, suasana resto, advertising point di restoran tersebut hingga interaksi langsung saat beberapa menit sebelum berbuka via SPG atau promotion team.

 

Kretifitas memadukan mixing antara ATL dan BTL akan menjadikan kegiatan branding kita semakin powerfull. Namun hati-hati, para competitor anda juga melakukan yang sama.. hmm kompetisi-kompetisi.. I love it!

 

Bulan Puasa : Bulan Penuh Branding & Penuh Kompetisi?

Honda Kembali Bicara Irit : Keras Kepala, Tidak Inovatif atau Smart Strategy? (27.08.08)

Honda Kembali Bicara Irit : Keras Kepala, Tidak Inovatif atau Smart Strategy?

 

Sudah lihat iklan Honda akhir-akhir ini? Yap, Iklan mereka yang kembali bicara soal irit. (again?) Yap again!.. Keterangan irit terlihat jelas di footer setiap TVCnya yang sebelumnya tidak ada. Hmmm.. Ini mengingatkan kita pada kampanye Honda dimasa-masa keemasannya dulu. Dimana secara konsisten Honda berhasil membangun asosiasi merk bahwa motor yang berkualitas harus yang irit. Saat itu, strategi ini terbukti sangat powerful mengantarkan Honda menguasai pasar motor begitu lama.

 

Namun jika dilihat 2 tahun terakhir, kondisi berubah drastis seiring dengan suksesnya kampanye yang dibangun oleh Team Yamaha. Dimana mereka menjadi game changer kompetisi melalui kampanye bahwa irit itu sudah milik semua motor dan bahwa motor yang berkualitas adalah yang kencang. Strategi ini sukses mengantarkan Yamaha menyalip dominasi Honda untuk pertama kalinya walau secara total Honda masih menang atas Yamaha.

 

Huff.. Saya sedikit bingung untuk menuliskan opini saya, namun dari semua yang saya pikirkan ada 3 hal yang menjadi pertanyaan atas strategi Honda ini. Keras Kepala?, Tidak Innovatif atau justru ini Smart Strategy?

 

Okay, kita bahas satu persatu.

 

1.      Keras Kepala?

Kira-kira begini, udah tau itu gagal kok masih dipake? Irit itu masa lalu! Semua motor sudah harus irit.. kira-kira begitu kampanye Yamaha. Trus kenapa sekarang malah ngomong irit lagi sih? Kegagalan bereaksi atas perubahan pasar sudah menghasilkan korban dengan perubahan management di AHM. Apakah “pelajaran” itu masih kurang? Dan bukankah itu sebabnya dikeluarkan Revo, City Sport dan Beat? Karena kita sudah mulai pindah kuadran, Irit yang dulunya jadi kompetitif advantage sekarang udah jadi basic requirement. So basic requirement kok masih dikampanyekan?

 

Sama seperti Produsen Handphone (Hp) yang bilang bahwa fitur dari Hp nya adalah punya Camera.. padahal sekarang fitur itu sudah biasa mas.. Hp ya fitur dasarnya adalah Camera! Soal berapa pixel kemampuan kamera itu, sangat tergantung buat apa itu Hp? Karena secara umum bagi consumer yang penting Hp nya punya camera. Karena kalo mereka butuh camera berkualitas, maka mending pilih SLR sekalian hehehehe Dan baru unik kalo Hp anda punya camera sekualitas SLR alias bisa analog zoom bukan cuma digital zoom.

 

2.      Tidak Inovatif?

Nah, ini memang sempat melekat di Image Honda yaitu Honda hanya bisa bikin 1 mesin untuk semua varian. Alias ganti baju doang. Namun Tahun 2008, Honda menjawab tudingan itu dengan meluncurkan City Sport untuk menunjukkan bahwa mereka juga leading dalam hal teknologi. Tapi kenapa kok bukan malah ini yang dikampanyekan? Kok malah irit nya lagi yang diangkat? Secara image, apakah bukannya malah dianggap mundur? atau kemampuan inovasi Honda hanya sebatas Irit? Dan apakah Honda sebagai market leader tidak bisa membuat sebuah Quantum Leap? Atau malah mau nunggu Yamaha yang bikin Quantum Leap seperti Ipod memukul Walkman?

Honda apa tidak mau belajar dari kasus walkman Sony yang masih berkutat di design dan minor improvement pada player Walkman disaat mereka sebenarnya punya potensi untuk melakukan quantum leap. Saya pernah tulis bahwa kunci memenangkan kompetisi adalah how good you keeping the gap range. If you failed, and some one setting up the new rule.. Suddenly you will find that you already failed become the leader.

 

Dalam hal ini, Honda harusnya bisa menunjukkan kelas nya sebagai Market Leader dengan bermain diranah yang lebih tinggi yaitu Inovasi, bukan malah bermain di ranah perbaikan. Karena jika memang Honda satu-satunya pabrikan yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan tingkat ke iritan produknya, maka itu harusnya hanya sebagai pendamping dari Inovasi yang lebih tinggi.

 

3.      Smart Strategy?

Eitss mungin Bisa jadi ini adalah Smart Strategy, disaat harga BBM semakin melonjak dan tingkat kemacetan yang merata justru membuat consumer malah berpikir bahwa sebenernya kencang belum menjadi key driver utama saat ini atau bukan their main needs, karena saat ini justru yang dibutuhkan adalah motor yang irit BBM. Motor yang bersahabat secara financial. Wong sering macet kok malah nyari kencang.. wong BBM mahal kok malah cerita kencang..

 

Tentu saja ada Challenge atas asumsi diatas…

 

Okay Honda memang lebih irit. Tapi jika tidak lebih kencang maka itu akan sia-sia. Wong itu logical banget kok. Lebih lambat ya pantes jadi yang lebih irit. Nah strategy ini sebenarnya bisa menjadi sebuah strategy yang powerful jika Honda ternyata bisa membuktikan bahwa klaim yang dilakukan Kompetitor mereka itu tentang perbedaan irit itu cuma beberapa tetes saja adalah tidak benar. Tentu saja disini butuh keberanian Honda dalam melakukan aktivasi event dengan secara langsung menunjukkan bagaimana dalam kecepatan yang sama kencangnya ternyata Honda tetap lebih irit. Karena pada dasarnya kampanye kencang Yamaha itu sangat diuntungkan dengan suksesnya Yamaha secara International yang menjadi Juara Dunia Moto GP mengalahkan the Traditional King Honda. Yang secara tidak langsung merupakan pengakuan dan bukti nyata bahwa mereka memang lebih kencang dari Honda. Masalahnya tidak ada kompetisi dunia adu irit, jadi Honda memang butuh effort yang lebih dari sekedar single test irit apalagi dalam kondisi econo ride. The Real Challenge adalah irit dalam keadaan kencang.

 

Sony memilih focus mengembangkan Walkmannya via Sony Erricsonnya yang sekarang diikuti oleh Ipod dengan Iphone nya. Kenapa Honda tidak melihat potensi yang mereka miliki di pasar mobil? Integrated Holding Company Strategy mungkin akan membuat mereka jauh lebih unggul mengingat Yamaha tidak memproduksi mobil J

 

Again.. If You are Market Leader than act as Market Leader.. we are waiting your innovation not just an enhancement.. Hmm Jadi tidak sabar melihat hasilnya, karena at the end sales will talk J

 

Honda Kembali Bicara Irit : Keras Kepala, Tidak Inovatif atau Smart Strategy?