Silver Bird & MB C230 = Public vs Exclusivity (03.08.07)

Silver Bird & MB C230 = Public vs Exclusivity

 

 

-Tulisan ini adalah tanggapan dari posting Mas Ibnu Fajar di milis marketing-club@yahoogroups.com

 Hmm menarik juga ttg Silver Bird & MB C230 Sporty.

Komen mas Ibnu bisa dibilang dari sisi moderat dalam melihat sebuah brand.

Saya ada pengalaman yang mungkin bisa jadi sisi lain buat komen mas ibnu, dan menjadi inspirasi komen saya dibawah ini.

 

Seorang Brand Manager Product Premium A, sangat sewot begitu melihat perlakuan promotion coordinatornya yang mensponsori sebuah event klas “kacang”.

 

Why?? Karena dia sudah menetapkan Brand Personality untuk Productnya!!

Dimana product tersebut adalah Life Style produk dengan Target Market Class A+.

So event yang cocok jelas bukan klas “kacang”. Itu bisa merusak Brand Personality yang ujung-ujungnya merusak Brand Integrity dan jika dibiarkan terus, Brand Valuenya melorot. Wuihhh ribet ya?? Tanya temen-temen Brand Manager hehehe

Let’s back to Silver Bird & MB = Public vs Exclusive

Semewah apapun taxi, everybody could afford even it could cost 50% of their salary. Kenapa? Karena sekali jalan alias sekali pake. Tiap Hari?? Hehehe Bangkrut Bro!

MB it’s exclusive, sebuah pencapaian diri dari puncak dari kesuksesan. Not everybody could afford it.

Apakah Brand Personality MB tidak terpengaruh dengan Fungsi Taxi sebagai alat transportasi public walau yang esklusif? Exclusivitas itu keluar dari tingkat kesulitan mendapatkan dan mempertahankannya.

Tidak Tiap hari mereka naik Taksi tersebut, Namun bisa tiap orang yang menggunakannya. Karena ini public Tranportasi, “karcis masukknya” Cuma uang.

MB juga uang, tapi dalam jumlah yang jauh lebih besar dari 100.000 ongkos taksi.

Belum perawatannya, pajaknya, servicenya, trus ga bisa dipake ke kampung2. So this so special car for special purpose. Not Everybody willing to buy a car for Office and Mall and another car for daily purposes.

So, Brand Value dari MB C230 sangat tergantung bagaimana Silver Bird mempositioningkan taksinya. Tantangannya, Seberapa exclusive ini taksi?. Jangan sampai bisa ditemukan dimall kelas D. distop dipinggir-pinggir jalan atau diperumahan Klas C & D. Kenapa?? Dimana Exclusivenya bro??

Tinggi rendah range tarifnya juga berpengaruh, makin terjangkau makin “bahaya” bagi Brand Value MB. Ga kebayang kalo ada ibu2 yang mau gaya, pulang dari pasar dia dapat naik taksi Silver Bird C230 bersama ayam2 dan lumpur-lumpur dari pasar. Hanya karena sanggup bayar ongkosnya 100.000!

MB sudah sangat bagus menjaga Brand Valuenya, Tugas Silver Bird untuk meningkatkan Exclusivitasnya, mengingat ini adalah Taksi Public Segment Premium dari Blue Bird Group dibawah Golden Bird.

Competitor MB bisa iklan gede-gedean jika mereka punya mobil di pake buat Golden Bird yang notabenya Class A nya Blue Bird!! Hehehe

Silver Bird & MB C230 = Public vs Exclusivity

Agnes Monica & New Era = Endorser or Co Branding? (25.07.07)

Agnes Monica & New Era = Endorser or Co Branding?

 

Ingat Agnes Ingat New Era..

Itu slogan yang disampaikan oleh Agnes pada TVC New Era.

 

Saya sangat tertarik ngebahas ini mengingat biasanya para Endorser itu bertugas membentuk Mindset consumer untuk mengasosiasikan produk kita dengan si endorser. Dimana asosiasi tersebut bisa berupa Endorser itu sendiri ataupun nilai nilai yang tercermin dari si endorser.

 

Dalam case ini, Agnes ataupun si New Era langsung menyatakan secara terbuka dan jelas bahwa Ingat Agnes = Ingat New Era. Yap secara langsung! Bukan secara samar.

 

Apasih maksud iklan ini? Ingin mengasosiasikan Agnes dengan New Era? Atau menggabungkan Brand Value Agnes dengan Brand Value dari New Era?

 

Jika demikian, tergolong apa dong iklan ini? Agnes sebagai Endorser atau Agnes sebagai Mitra Co Branding?

 

Let’s check this out,

Kita banyak melihat para selebritis sebagai endorser. Mereka rata-rata sebagai pemberi referensi untuk membeli produk baik secara langsung “ Produk A dipake oleh Artis B” atau memancing imajinasi si consumer untuk mengaitkan Produk A dengan Artis B.

 

Kaitan ke Iklan tadi? Mohon koreksi saya jika saya salah, jika Brand Value dari si Endorser lebih Kecil dari Brand Value si Product, maka saya bisa bilang itu adalah endorser.

Tapi jika sama besar atau lebih, maka justru sebaliknya ini adalah Co Branding.

 

Kenapa? Produk-produk dengan Brand Value yang besar selalu menggunakan Endorser sebagai pelengkap komunikasinya. Dimana mereka lebih menonjolkan productnya (baik secara content maupun secara context), ini saya sebut sebagai Endorser.

Namun sebaliknya bagi produk dengan Brand Value lebih Kecil, mereka memanfaatkan si endorser sebagai pendongkrak nilai Brand mereka. Harapannya jelas, Awareness, Perception War and at The end is Sales. Ini saya sebut sebagai Co Branding, karena Brand Value dari si Endorser mendongkrak Brand Value si Produk.

 

So?

Ingat Agnes, Ingat New Era..

Agnes Monica & New Era = Endorser or Co Branding?