Jupe + Roncar = Differentiation? (23.04.08)

Jupe + Kondom, Roncar + Iklan Katro menjadi issue menarik untuk para marketer sekarang. Sori, saya gabung komentarnya jadi satu, karena saya pikir ada benang merah diantara keduanya dimana mereka melakukan hal yang diluar “budaya/belief” yang kita punya.

 

Jupe jualan kaset pake kondom? Kemana coba hubungannya… Roncar bikin iklan yang super duper garing? Ga ngerusak image bang?

 

Let’s think something..

 

Apa yang terjadi jika mereka melakukan yang seperti biasa kita lakukan? Jupe bikin kaset dengan 100% rely on her voice (ma’af) yang kita sendiri ragu banget ama hasilnya. Trus roncar dengan iklan yang lebih nyeni dengan 100% bergantung dengan inovasi yang pertama didunia serta belum pernah ada yang denger nama perusahaannya apalagi produknya.

 

Bisa jadi lebih hebat dari yang sekarang, apalagi jika dikerjakan oleh agency-agency creative dan bonafide serta bisa jadi juga ga jadi apa-apa alias common things. Karena juga banyak produk dengan iklan bagus lewat di pasaran walau dikerjakan oleh agency bonafide sekalipun.

 

Differentiation adalah kunci untuk bisa tampil dijagat raya persaingan. Fokus dan Konsisten untuk deliver sesuatu yang kita punya secara kuat dengan cara yang berbeda itu strateginya.

Jupe identik dengan Seksualitas, Kondom punya asosiasi yang kuat atas itu.

Roncar itu New Invention, Cerita iklannya jelas sedang menggambarkan apa yang terjadi jika pintu mobil anda berhasil dibuka dengan kunci T tapi maling ga berhasil idupin mesin karena ada Roncar.

 

Saya memang tidak begitu yakin kalo Roncar sengaja membuat iklannya se katro itu, tapi cara mereka men-deliver pesan yang sederhana dan tidak ribet membuat kita “peduli” dengan iklan tersebut. Jupe tau masuk dunia Tarik Suara berarti akan bersaing dengan ratusan penyanyi wanita dari sekelas Diva sampai sekelas Desa.

 

“Tapi, kan itu tidak nyambung”, jualan lagu kok pake kondom? hmmm… Apakah jualan Rokok pake event kompetisi bola bisa dibilang nyambung? atau Apakah Jualan Pembalut dengan konser musik juga nyambung? Tergantung mau lihat dari sisi mana? Sejuta argument bisa disampaikan agar itu nyambung dan agar itu tidak nyambung.

 

Konsep menjadi berbeda adalah kunci bertahan dan memenangkan kompetisi jika tidak mampu jadi yang terkuat. Ingat konsepnya, Awake! Yap Awake orang.. yuhuuu… ada product gw neh dipasaran.. nah abis itu, tugas product kita yang bicara.

Iklan bertugas membangun persepsi, Trial membangun relasi. Over promise kah? Atau Over Deliver?

 

Soal Etis atau tidak etis itu memang diperlukan rambu yang jelas, apakah bisa kita bilang iklan sabun A yang membuat gadis desa yang menutup auratnya tiba-tiba pake baju super sexy setelah ketemu sabun A bisa disebut etis? Kondom is Legal Things dan dikondom juga tidak ditulis untuk 17 tahun keatas atau sudah menikah. Juga tidak ada aturan pendistribusian kondom. Kondom juga tidak seperti rokok, yang ditulis “Peringatan Pemerintah menggunakan Kondom dibawah 17 tahun melanggar aturan dan norma-norma sosial”.

 

So? For social control, terpulang dari Producer apakah mau meminta agar semua toko kaset hanya menjual versi promonya kepada pembeli dengan usia 17 tahun keatas? Atau toko kasetnya bersedia melakukan screening?

Jupe sendiri setelah ditekan sana-sini akhirnya memutuskan menarik kasetnya. Walaupun dengan ngedumel bilang kok Slank dulu gpp.

 

Anyway sebuah promosi itu bisa diklaim sukses jika bisa memancing consumer untuk melakukan trial.

Good Promotion + Good Quality = Good Brand = Good Sales

 

Jupe & Roncar berhasil menarik perhatian dan trial, apakah Contentnya seberhasil Context nya?

 

Differentiate or Die!

 

Jupe + Roncar = Differentiation?

Rinso : Membersihkan Noda Dalam Sekali Cuci = Kemunduran, Inkonsistensi or New Strategy? (09.04.08)

Rinso : Membersihkan Noda Dalam Sekali Cuci = Kemunduran, Inkonsistensi or New Strategy?

 

Saya jadi ingat tahun lalu, saat menjadi salah satu juri The Most Impactful Event yang ditaja oleh Mix Magazine. Event Berani Kotor itu Baik dari Rinso muncul sebagai The Most Impactful Event.

 

Kita (para Juri) sepakat bahwa Rinso melangkah ke fase yang lebih tinggi, tidak lagi bicara dengan Basic Function – Membersihkan Noda, tapi sudah bicara ke Emotional dengan Berani Kotor itu baik. Tapi, melihat iklan Rinso yang baru-baru ini muncul dengan Tagline Membersihkan Noda Dalam Sekali Cuci, saya jadi ingat dengan masa-masa Rinso dulu yang terkenal dengan Tagline Rinso Membersihkan Paling Bersih.

 

What happening now? Kenapa Rinso Talking about Basic Function again?

Apakah ini hanya berlaku dalam varian ini saja? Atau masih merupakan bagian dari Kampanye Berani Kotor itu Baik? Atau ada Missing Link dalam Communication sebelumnya dimana keampuhan Rinso dalam membersihkan noda jadi dipertanyakan? Hmm.. Menarik Jika iya, Mungkinkah ini yang mendasari Attack muncul dengan Mencuci 10 tangan? Dimana peperangannya diambil alih oleh Surf dengan Mencuci 12 tangan?

 

Let’s a little bit focus now,

Setelah sukses mengedukasi pelanggan dengan Berani Kotor itu Baik, than what next? Back to basic again? Apakah memang itu siklusnya? Strategi apa yang sedang dibangun oleh Rinso?

 

Bisakah ini dibilang sebagai inkosistensi Rinso dalam membangun tahapan Brandnya? Atau bisa dibilang sebagai kemunduran dalam Life of Brand? Beberapa brand besar yang sudah masuk dalam tahap Emotional seperti 234, Harley Davidson tidak kembali bicara Basic Product. We Never Heard mereka bicara ttg Rasa yang lebih enak atau Motor Lebih Kencang atau Irit.

 

Jika kita lihat pesan Rinso pada tahun lalu, pesan Berani Kotor itu Baik seharusnya sudah secara implisit mengklaim bahwa Kotor bukan masalah buat Rinso. Apalagi ditambah dengan kata-kata pada TVC “ Urusan Kotor biar Rinso yang membersihkannya”. Dan pada iklan yang menggunakan anak2 memakai baju Spiderman juga sudah membicarakannya. Strategi Emotional yang dijalankan Rinso membuat ibu saya tetap membeli Rinso Matic 3KG seharga hampir 70ribu walau saat yang bersamaan deterjen sejenis lagi promo dengan harga hampir setengahnya. Padahal biasanya beliau sangat concern dengan harga. Beda 100 aja bisa pindah merek hahahahahahaha.

 

Pesan pada TVC baru ini, jika dilihat secara terpisah dengan tagline mereka sebelumnya juga merupakan Strategy yang lumrah dalam dunia per-Deterjenan (hehehe emang ada kata begini….). Basic Function dari Deterjen adalah membersihkan, semakin bersih semakin bagus, semakin cepat semakin baik. Terus-terusan perang dengan cara basic function berarti harus siap dengan R&D yang kuat. Dan berarti Life cycle sebuah produk tergantung dari seberapa cepat Basic Function yang baru ditemukan.

Emotional Function membuat produk keluar dari tekanan itu, sometimes people dont care that another deterjen work better than their deterjen. why? they buy the deterjen because they “love” the deterjen not just because it is the ultimate deterjen in the world.

 

Anyway.. Brand is just a person, the way you treat your self will reflect your personality. Your Personality will reflect your Quality.

 

Rinso : Membersihkan Noda Dalam Sekali Cuci = Kemunduran, Inkonsistensi or New Strategy?