Does Your SPG Effective & Efficient? (17.07.08)

Does Your SPG Effective & Efficient?

 

Sales Promotion Girl atau biasa disebut eS Pe Ge, ini adalah orang yang mempromosikan atau menjual produk langsung ke Consumer/Customer. SPG sendiri menjadi nama generic untuk pekerjaan tersebut, sehingga walau terkadang yang kerja adalah laki-laki sering latah disebut sebagai SPG juga hehehehe.

 

Banyak kegiatan BTL yang secara concept sangat powerfull tapi akhirnya loyo saat eksekusi, hanya karena kegagalan dalam mengelola Team SPG. Tidak percaya? Silahkan lihat kegiatan-kegiatan BTL yang melibatkan SPG dalam eksekusinya. Berapa banyak dari mereka yang bisa menjelaskan produk secara optimum? Berapa banyak dari mereka yang berinteraksi dengan Target Market yang kita mau? Atau berapa banyak dari mereka yang memberikan data valid atas survey yang kita minta? Atau benarkah produk kita sudah diberikan ke Target Market yang kita minta? Dan banyak lagi… yang nanti pada akhirnya akan sampai ke pertanyaan apakah mereka benar-benar bisa menjadi Point of Contact dari Brand kita? Alias Ambassador kita?

 

Dari pengalaman yang pernah saya jalani, Efektifitas dari Team SPG sangat tergantung dari Team Leader mereka dilapangan. Alias Regulator dan Pengawas serta Ekskutor yang menjadi perpanjangan mata kita dilapangan. Selain tentunya factor-faktor basic lainnya.

 

Sebelum membahas terlalu dalam, kita liat Faktor Basic nya:

  1. Training

Training yang baik adalah training yang tidak hanya berupa teori atau presentasi dari trainer tapi juga latihan praktek dari si SPG, atau yang biasa disebut dengan Role Play.

Kenapa ini perlu? Ingat Konsep Qualitas, Kualitas harus dipastikan dari Awal sebelum masuk ke proses berikutnya. Karena Cost Effect setelah itu akan menjadi tidak terkontrol.

Lakukan Tiap hari diawal shift. Dan Lakukan secara Benar!

 

  1. Remunerasi

Hmm ini penting! Walau bukan segala-galanya, terutama untuk SPG yang diberikan target penjualan. Porsi insentif yang tepat akan menjadi driver mereka untuk memastikan apa yang kita inginkan dan mereka pelajari bisa diimplementasikan dengan benar dilapangan.

Serta selalu bedakan secara significant antara remunerasi SPG dengan Team Leader sebagai pengawas.

 

  1. Controlling

Nah.. ini sering kali hanya jadi formalitas. Padahal Kontrol yang konsisten sangat menentukan konsistensi dari hasil pekerjaan mereka.

Controlling itu sendiri bisa dilakukan via:

a.      Reporting

Buat Report yang bisa menjadi Validasi atas kualitas kerjaan mereka.

Dan lakukan Cross Check baik secara data maupun secara actual dengan melihat langsung proses kerja mereka.

 

b.      Team Leader

Nah ini dia yang saya bahas diatas. Ini adalah Mata kita dilapangan. Selain sebagai Motor Team, Team Leader (TL) harus bisa menjadi pengawas yang mumpuni. Tegas dan Disiplin. Seringkali atas dasar sentiment alias agar dianggap paling baik dan TL Favorit, mereka sering “menjual” Fungsi mereka. Terlalu banyak toleransi, control yang lemah bahkan yang parah justru jadi inisiator dari masalah.

 

c.      Rotasi

Yap! Terlalu ditempat yang sama akan menghasilkan rutinitas, dan yang namanya rutin itu pasti akan menghasilkan Kebosanan, Penurunan Kualitas dan Produktifitas kerja.

Contoh:

Karena udah sering ketemu Ibu-ibu di sebuah supermarket yang sama (bahkan sampai hapal orangnya) SPG akhirnya menjadi “Tuhan” yang langsung menebak bahwa Ibu ini tidak akan pernah mau beli, Ibu itu ga suka produk kita serta Ibu satu lagi ga punya duit. So ga heran mereka hanya jadi “hiasan supermarket” atau malah jadi Infotainment dadakan alias sibuk ngegosip hehehehhehe

 

As a Brand Owner, you should conduct regular check. Big Agency bukan jaminan, Ingat Hasil yang Bagus harus didapat dari Proses yang Bagus. Hmmm…. So? Check your SPG Now Bro!

 

SPG berkualitas = Hasil yang berkualitas

 

Does Your SPG Effective & Efficient?

PRJ = Brand Optimation or Sales Festival? (18.06.08)

PRJ = Brand Optimation or Sales Festival?

 

Minggu lalu main ke PRJ, walau peserta yang tampil hampir sama dengan yang ada tahun lalu. PRJ ini menjadi semakin menarik mengingat daya beli masyarakat pasca BBM menurun hingga 20 s/d 25% (hitungan kotor dengan asumsi besaran kekurangan daya beli dipindah ke biaya pembayaran kenaikan cost yang rata-rata sekitar 20s/d25%)

 

Semua peserta memberikan diskon yang cukup besar hingga 80%! walau jika kita lihat mostly adalah penghabisan stock lama (untuk baju kita bisa lihat dari warna yang mulai lusuh dll). Dan untuk FMCG mereka melakukan bundling untuk produk-produknya yang kalo dihitung ada diskon sekitar 2000 s/d 5000 rupiah per bundling.

Range produknya pun beragam Rokok, Oli, F&B, Retail, Banking, Electronic, IT, FMCG, Water Purifier hingga automotive. Mulai dari Multinasional Brand hingga home industry.

 

Jika melihat antusiasme PRJ baik dari kalangan Produsen atau Konsumen, kira-kira apa sebenarnya yang jadi focus utama dari Para Produsen ini? Brand atau Sales? Melihat target omzet panitia yang mencapai triliunan maka bisa dibilang bukan omzet yang kecil untuk skala pameran. Okay, memang tujuan pameran sangat tergantung pada masing-masing produsen. Sebagai Learning Point kita, jika memiliki ajang seperti ini, porsi terbesar akan kita berikan kemana? Brand atau Sales?

 

Ada yang menggarap standnya dengan sangat baik sekali, mulai dari dekorasi stand, isi stand hingga tenaga-tenaga penjualnya. Namun ada juga yang hanya sekedarnya saja namun SPG nya? Rame booo hehehhehe tenteng tas bundel kiri kanan, sibuk cegat orang lewat.

 

Ajang Festival memang sangat menarik bagi Brand maupun Sales, karena mereka cukup diam dan diserbu oleh pengunjung hehehhee. Balik-balik lagi neh, Kalo mau Optimasi Brand gimana? atau kalo Sales Festival gimana?

Yang sekarang ada disana gimana?

 

PRJ = Brand Optimation or Sales Festival?