CDMA vs GSM = Busway vs Bus Kota? (17.12.07)

CDMA vs GSM = Busway vs Bus Kota?

 

Bukan bermaksud membela GSM Operator atau pun menyalahkan CDMA Operator. Tapi perang tariff disini seperti Bus Kota melawan Busway.

 

Terpancing dengan Busway selalu kampanye bebas macet atau entah karena cash flow yang makin mepet atau tekanan para stock holder yang “marah” karena revenuenya turun, kini para GSM Operator pun sibuk kampanye bebas macet.

 

Padahal kita tahu, sampai kapanpun selama infrastrukturnya tidak sama, maka busway akan selalu lebih lancar daripada buskota. Lha wong dia punya jalur khusus.

Sama dengan CDMA yang punya infrastruktur teknologi yang memang membuat mereka lebih murah dari GSM.

 

Lihat iklan Esia di kompas kemarin, sangat provokatif.. “jangan tergoda dengan GSM yang sok murah” – ma’af kalo kurang lengkap.

 

Padahal kalo kita tilik lebih detail, busway itu punya kelemahan. Yaitu kaku alias sudah terkotak. Mereka hanya bisa jalan dimana jalur mereka ada. tidak seperti bus kota yang sangat flexible. Bisa berhenti dimana saja dan kapan saja.

CDMA pun sama, tidak flexible. Hanya berkutat dimana dikode areanya saja. Jika ingin pindah maka ada sederet “birokrasi system yang berjalan”.

 

Kenapa tidak kembali bercerita ttg keunggulan GSM? Kalo sampai hari ini setiap orang punya HP 2 buah (GSM dan CDMA) itu berarti, switching barrier dari GSM itu masih cukup tinggi. Kenapa bukan ini yang di leverage?

 

GSM itu punya dukungan Coverage yang luas dan flexible. Kemudian para produsen handset pun masih “menyayangi” mereka dengan mengeluarkan handset GSM yang jauh lebih canggih dan bervariasi dari CDMA.

Sekarang antar GSM mulai saling “bunuh”. Ga tahan dengan Rp. 1 per detik XL, Telkomsel mengeluarkan Simpati PeDe yang Rp.0,5/detik.

 

Jika Harga Murah adalah Key Attribute yang utama dari para customer, maka ada baiknya dengan terus kampanye ttg manfaat-manfaat lain dari GSM sebagai cara untuk memperkuat switching barrier.

Harga itu untuk mendorong customer spending alias meningkatkan ARPU. Sedangkan value added membuat customer ttp bertahan.

 

Hey GSM Operator, don’t go deeper of Price War. Get back and focus on your own field. Ada minimum operation cost yang tiap industry harus bayar. Price hanyalah salah satu Marketing Mix. Start over from Product. Explore your product and Coverage. We cannot be the best of everything. Pick one or two of your very best skill and focus on it.

 

Busway itu emang lancar, bagus untuk orang yang ingin cepat dan jarak jauh. Bus Kota itu flexible, walau macet dikit dan tarif jauh dekat beda tapi kita bisa berhenti dimana saja kita mau.

 

Membangun Kekuatan kita yang significant akan menutupi kekurangan kita.

 

CDMA vs GSM = Busway vs Bus Kota?

High Capital Expenditure, Fast Action and Wide Coverage, are the secrets of challenger? (30.11.07)

Saya diskusi dengan beberapa orang yang bekerja di Market Leader Company. Pertanyaan saya simple, apakah Brand A itu merupakan Challenger yang mengancam brand anda?

 

Mostly mereka menjawab (yang saya resume secara simple) “mereka baru pada tahap besar di nama (publisitas) dan belum besar dipasar”. Kalaupun angka penjualan mereka meningkat besar, lebih disebabkan oleh efek distribusi yang mulai meluas.

 

Mereka menggambarkan sebagai “Kebesaran Semu” karena belum pada tahap konsumen. Kalaupun ada efek switching itu lebih kepada trial atau karena temptation dari pricing strategi competitor yang mematok harga murah.

 

Pertanyaan saya berikutnya adalah Jika argumentasi diatas benar, kenapa market share anda turun? Jawaban mereka cukup sederhana yang kalo saya resume kurang lebih : Efek incentive di grosir, dimana distribusi mereka berkurang akibat para grosir mengalokasikan modalnya pada product competitor akibat incentive pembelian atau hadiah langsung baik berupa undian di kardus ataupun dari total pembelian.

 

Hmm… Kesimpulannya Distribusi? Apa iya ini faktor yang membuat para Challenger berhasil memukul para Leader?

 

Gross Opinion : Promotion Habis-habisan, Pricing Habis-Habisan, Distribusi Habis-habisan? Gila, jika kita hitung Cost mereka, Big Money!

National Promotion mulai dari TVC, Billboard trus Pricing dengan Minim Margin ditambah dengan Incentive di distributor, grosir bahkan rombong2?

 

Jalan berat memang yang ditempuh para Challenger, tapi once they win.. sebanding antara effort dan result. Kenapa? Karena mereka sedang mengambil secara paksa dan cepat Kursi yang bertahun-tahun dipegang para leader, dimana untuk membangun kerajaannya dibangun dengan kurun waktu yang sama lama dan susahnya. Atau saya bisa bilang aktivitas para Challenger ini dengan Revolusi Pasar.

 

High Capital Expenditure, Fast Action and Wide Coverage, are the secrets of challenger?