Comparative Ad vs Emotional Ad = Short Term vs Long Term or Desperate vs Confidence? (02.07.07)

Comparative Ad vs Emotional Ad = Short Term vs Long Term or Desperate vs Confidence?

 

Perdebatan atas iklan Esia yang sangat Comparative sempat “memanas” di milis Marketing Club.

 

Coba lihat iklan di tv, banyak sekali iklan-iklan yang bersifat comparative seperti iklan Snack Kedelai Garuda Food terhadap Fugu.

 

Bismart terhadap Biskuat, Yamaha terhadap Honda..

 

Namun ada benang merah atas iklan-iklan itu semua, yap! Mereka adalah para penantang yang melakukan komparatif entah itu dengan Market Leader atau juga terhadap the first Comer. Yang serunya, para Leader menanggapinya dengan membuat iklan yang tidak menyerang balik.

 

Fugu tetap dengan iklannya yang lucu dan riang, Biskuat tetap educate ttg isinya, Honda tidak terpengaruh dengan “ejekan” truk berbaris pada iklan vixion yang jelas-jelas menggambarkan bagaimana “penakutnya” Tiger (CMIIW).

 

Apa sih yang sebenarnya tujuan mereka? Lets Analyze deeper:

 

Membandingkan adalah cara termudah untuk membuka pikiran konsumen yang sudah dipengaruhi oleh pengalamannya atas produk yang sekarang dia gunakan. Hasilnya adalah akusisi konsumen.

Tipe ini sangat efektif untuk merebut konsumen dan “nancep” jika kita membandingkannya dengan tepat. Karena factor yang kita bandingka jelas adalah competitive advantage kita.

 

Resikonya, begitu terbukti “over promise” kita bisa dicap pembohong. Apalagi jika yang dibandingkan tak begitu significant perbedaannya.

Trus si Leader dengan Emotional Brandingnya? Reminder the Existing Customer and Educate New Customer.

 

Konsep ini menunjukkan kematangan dan keyakinan si Leader atas Loyalitas dari Konsumennya dan Perceived Value dari Produknya.

Resikonya, jika tipe produknya punya loyalitas rendah.. maka ini bisa dibilang “bunuh diri” hehehehe.

 

Comparative is Short Term? Yap! Karena yang diadu bisa berubah dengan cepat. Begitu berhasil meraih konsumen maka harus dilanjutkan dengan Emotional Ad, agar mereka tau kenapa mereka pantas tetap bertahan.

Emotional is Long Term? Ya iyalah.. namanya juga Emotional.. jelas jangka panjang, karena yang dipengaruhi tidak Cuma bagian sadar alias conscious tapi juga unconscious part nya.

 

Ehm..

Comparative is Desperate?? Hmmm ini dia.. Kenapa mesti bandingin langsung kalo emang punya Brand dan Base Customer yang kuat. Cuma mau unjuk gigi biar kelihatan mentereng karena berani nantang? Penjualan udah ancur-ancuran? Atau memang kita ngelihat celah yang cukup kuat buat ngambil alih tahta si Leader yang terlena dengan kebesarannya selama ini??

 

Emotional is Confidence? Ga perlu ngebales, wong jelas-jelas pelanggan kita loyal trus perceived value kita secara total lebih unggul. 9 vitamin mau diadu sama 1 kolin yah jelas menang mutlak.. atau “sok tenang” karena kaget ternyata irit udah bukan factor utama, tapi body dan kenceng yang jadi pilihan? Akibatnya bisa fatal bro.. singgasana diambil alih!!

 

Kompetisi emang ga ada matinya!!

 

Comparative Ad vs Emotional Ad = Short Term vs Long Term or Desperate vs Confidence?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s